New York: Google dilaporkan mengakuisisi paket data dalam jumlah besar milik maskapai penerbangan murah Amerika Serikat (AS) yang bangkrut, Spirit Airlines. Akuisisi ini disebut untuk mendukung pengembangan dan pelatihan kecerdasan buatan (AI).
Melansir ZDFHeute, Sabtu, 22 Agustus 2026, perusahaan tersebut memenangkan sekitar 100 juta E-Mail dan 500 juta percakapan melalui platform pesan Microsoft Teams dalam sebuah lelang dengan tawaran sebesar USD10 juta.
Google menegaskan bahwa bebelum seluruh data diserahkan, seluruh informasi pribadi akan dihapus oleh perusahaan lain. Dalam pernyataannya kepada kantor berita keuangan Bloomberg, Google menyebut kumpulan data tersebut dapat membantu meningkatkan produk dan model kecerdasan buatannya. Paket tersebut juga mencakup perangkat lunak serta data terkait penetapan harga.
Baca Juga :
Investor Uni Eropa Minati Sektor EBT hingga Kendaraan Listrik di Indonesia(Ilustrasi. Foto: Freepik) Peningkatan kecerdasan buatan Akuisisi ini sejalan dengan upaya yang tidak lama terungkap oleh perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan untuk memperoleh komunikasi internal perusahaan, misalnya dari perusahaan Start Up yang gagal, untuk melatih kecerdasan buatan. Salah satu tujuannya adalah mensimulasikan proses nyata di perusahaan untuk meningkatkan kinerja kecerdasan buatan (AI).
Adapun pihak yang kalah dalam lelang Spirit adalah perusahaan AI Mercor dengan penawaran sebesar USD7,5 juta.
Spirit Airlines bangkrut akibat harga avtur yang melonjak
Spirit Airlines telah menghentikan operasionalnya pada awal Mei lalu. Sejak Agustus tahun lalu, maskapai berbiaya rendah tersebut sudah menjalani proses kepailitan yang kedua dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan.
CEO Spirit, Dave Davis, menegaskan maskapai penerbangan tersebut pada awalnya berencana mengakhiri musim panas dengan utang yang lebih rendah. Namun, rencana tersebut gagal akibat melonjaknya harga avtur yang dipicu oleh perang di Iran. Kenaikan harga yang mendadak dan berkepanjangan pada akhirnya membuat perusahaan tidak memiliki opsi selain menghentikan operasionalnya. (Selsha Septifanie Gunawan)





Komentar (0)