Wamena (ANTARA) - Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPPOKP) menargetkan membangun 2.472 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di enam provinsi tanah Papua guna membantu meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pemenuhan gizi anak sekolah.
Ketua KEPPOKP Velix V Wanggai dalam keterangan tertulis di Wamena, Sabtu mengatakan upaya mendukung percepatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) orang asli Papua (OAP) maka pihaknya menargetkan membangun 2.472 dapur MBG di enam provinsi Tanah Papua.
“Enam provinsi Tanah Papua di antaranya Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya cukup besar target dapur MBG yakni 2.472,” katanya.
Menurut Velix, dengan target pendirian dapur yang cukup banyak karena kelompok anak-anak penerima manfaat MBG ratusan ribu anak maka perlu penanganan dan koordinasi yang serius dalam mendirikan dapur MBG di seluruh Tanah Papua khususnya Papua Pegunungan.
“Kami dari KEPPOKP mendorong supaya program MBG dapat berjalan secara optimal di Tanah Papua khususnya Papua Pegunungan sehingga membantu pertumbuhan generasi muda daerah ini,” ujarnya.
Baca juga: BGN cabut status suspend tujuh dapur SPPG di Papua Barat
Dia menjelaskan kehadiran lembaga ini untuk memperkuat koordinasi dan memastikan program-program nasional dapat berjalan dengan baik di daerah salah satunya MBG dapat diterapkan secara optimal di Tanah Papua terlebih khusus Papua Pegunungan.
“Kehadiran kami dari Lembaga Komite Eksekutif di Papua Pegunungan untuk memastikan program bapak presiden dan wakil presiden yakni MBG dapat berjalan secara optimal di sini,” katanya.
Dia menambahkan MBG merupakan program unggulan yang bertujuan menyentuh kebutuhan dasar yaitu pemenuhan gizi anak-anak di seluruh Indonesia terkhususnya Tanah Papua.
“Kami tahu dengan adanya program MBG dapat mengatasi masalah stunting atau pertumbuhan lambat, menggerakkan putaran ekonomi lokal dan meningkatkan rantai bisnis pasok bagi dapur di Papua Pegunungan,” ujarnya.
Dia menegaskan kehadiran KEPPOKP untuk memastikan langkah-langkah percepatan pembangunan secara nasional berjalan di Tanah Papua di antaranya dapur MBG.
“Berbicara langkah-langkah percepatan maka harus ada strategi, waktu, regulasi, kekhususan wilayah, kekhususan pola pengelolaannya, kekhususan harga, skema dengan mitra yang harus dibangun sehingga dapur MBG segera terbangun di seluruh Tanah Papua khususnya Papua Pegunungan. Kami sebut program ini sebagai MBG rasa Papua, MBG yang kontekstual Papua sehingga penerapannya dapat berjalan secara optimal,” katanya.
Baca juga: MBG harapan baru di belantara Papua Pegunungan
Baca juga: BGN: 16 SPPG daerah 3T jangkau 7.177 penerima MBG di Papua Barat
Ketua KEPPOKP Velix V Wanggai dalam keterangan tertulis di Wamena, Sabtu mengatakan upaya mendukung percepatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) orang asli Papua (OAP) maka pihaknya menargetkan membangun 2.472 dapur MBG di enam provinsi Tanah Papua.
“Enam provinsi Tanah Papua di antaranya Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Barat Daya cukup besar target dapur MBG yakni 2.472,” katanya.
Menurut Velix, dengan target pendirian dapur yang cukup banyak karena kelompok anak-anak penerima manfaat MBG ratusan ribu anak maka perlu penanganan dan koordinasi yang serius dalam mendirikan dapur MBG di seluruh Tanah Papua khususnya Papua Pegunungan.
“Kami dari KEPPOKP mendorong supaya program MBG dapat berjalan secara optimal di Tanah Papua khususnya Papua Pegunungan sehingga membantu pertumbuhan generasi muda daerah ini,” ujarnya.
Baca juga: BGN cabut status suspend tujuh dapur SPPG di Papua Barat
Dia menjelaskan kehadiran lembaga ini untuk memperkuat koordinasi dan memastikan program-program nasional dapat berjalan dengan baik di daerah salah satunya MBG dapat diterapkan secara optimal di Tanah Papua terlebih khusus Papua Pegunungan.
“Kehadiran kami dari Lembaga Komite Eksekutif di Papua Pegunungan untuk memastikan program bapak presiden dan wakil presiden yakni MBG dapat berjalan secara optimal di sini,” katanya.
Dia menambahkan MBG merupakan program unggulan yang bertujuan menyentuh kebutuhan dasar yaitu pemenuhan gizi anak-anak di seluruh Indonesia terkhususnya Tanah Papua.
“Kami tahu dengan adanya program MBG dapat mengatasi masalah stunting atau pertumbuhan lambat, menggerakkan putaran ekonomi lokal dan meningkatkan rantai bisnis pasok bagi dapur di Papua Pegunungan,” ujarnya.
Dia menegaskan kehadiran KEPPOKP untuk memastikan langkah-langkah percepatan pembangunan secara nasional berjalan di Tanah Papua di antaranya dapur MBG.
“Berbicara langkah-langkah percepatan maka harus ada strategi, waktu, regulasi, kekhususan wilayah, kekhususan pola pengelolaannya, kekhususan harga, skema dengan mitra yang harus dibangun sehingga dapur MBG segera terbangun di seluruh Tanah Papua khususnya Papua Pegunungan. Kami sebut program ini sebagai MBG rasa Papua, MBG yang kontekstual Papua sehingga penerapannya dapat berjalan secara optimal,” katanya.
Baca juga: MBG harapan baru di belantara Papua Pegunungan
Baca juga: BGN: 16 SPPG daerah 3T jangkau 7.177 penerima MBG di Papua Barat






Komentar (0)