Sebagian Warga Ende NTT Masih Bertahan di Tenda Darurat Seminggu Pascagempa

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Sejumlah petugas BPBD Kabupaten Ende dan Basarnas Kota Ende memuat barang bantuan logistik dan peralatan untuk dikirim ke Desa Jegharangga dari Kantor BPBD Kabupaten Ende, Kota Ende, Nusa Tenggara Timur, Jumat (21/8/2026). (Sumber: Dok. BNPB)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sebagian warga Desa Jegharangga, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih bertahan di tenda-tenda darurat setelah gempa bumi magnitudo (M) 7,7 melanda pada Sabtu, 15 Agustus lalu.

Dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (22/8/2026), BNPB menyebut kondisi tersebut tidak hanya disebabkan kerusakan rumah, tetapi juga rasa takut dan trauma yang masih dirasakan warga setelah guncangan gempa.

Menurut BNPB, sebanyak 96 rumah di Desa Jegharangga mengalami kerusakan. Jumlah tersebut terdiri atas 19 rumah rusak berat, 20 rumah rusak sedang dan 56 rumah rusak ringan.

BNPB menjelaskan, kondisi kerusakan tersebut membuat sebagian warga untuk sementara waktu belum berani kembali menempati rumah mereka. Guncangan susulan yang masih terjadi juga turut memengaruhi rasa aman masyarakat.

Baca Juga: BNPB Terus Pantau Situasi Pascagempa NTT, Korban Dievakuasi Menggunakan Helikopter | SAPA MALAM

Di tengah kondisi tersebut, BNPB menyebut bantuan logistik terus diberikan kepada warga terdampak. Bantuan yang disalurkan meliputi beras, sembako, biskuit, selimut hingga tenda keluarga.

Berdasarkan keterangan BNPB, distribusi bantuan di Desa Jegharangga dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ende, Basarnas, TNI dan relawan.

Bantuan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus mendukung pemulihan rasa aman warga setelah bencana.

Selain bantuan logistik, menurut BNPB, pendampingan kepada warga juga dilakukan melalui edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan.

BPBD bersama TNI dan Basarnas memberikan pemahaman mengenai langkah yang perlu dilakukan ketika kembali merasakan guncangan, termasuk cara menyelamatkan diri dan memilih tempat yang lebih aman.

BNPB menyebut edukasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi gempa susulan dengan lebih tenang sehingga tidak berkembang menjadi kepanikan.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Ende turut mendirikan tenda prioritas di sejumlah titik bagi kelompok rentan.

BNPB menyebut fasilitas tersebut diperuntukkan bagi lanjut usia, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan anak-anak agar dapat beristirahat dengan lebih nyaman selama masa penanganan darurat.

Baca Juga: Update Korban Gempa NTT: 83 Meninggal Dunia, Ribuan Gempa Susulan Terjadi

6.931 KK di Ende Dapat Bantuan

Berdasarkan data BNPB hingga Jumat (21/8/2026), sebanyak 6.931 kepala keluarga (KK) terdampak gempa bumi di Kabupaten Ende telah mendapatkan dukungan logistik.

Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara bertahap sejak 17 Agustus 2026 dan telah menjangkau 21 kecamatan di Kabupaten Ende.

Pada 17 Agustus, menurut data BNPB, bantuan disalurkan ke Kecamatan Ende Tengah sebanyak 300 paket dan Kecamatan Maukaro 250 paket.

Kemudian pada 18 Agustus, distribusi menjangkau Kecamatan Ende Utara sebanyak 400 paket, Ende Timur 240 paket, Kota Ende 600 paket, Detusoko 260 paket, serta Letembusu dan Ndori masing-masing sebanyak 75 paket.

BNPB mencatat distribusi kembali diperluas pada 19 Agustus. Bantuan disalurkan ke Kecamatan Ndona sebanyak 400 paket, Nangapanda 680 paket, Pulau Ende 100 paket, Wolojita 57 paket, Kalimutu 200 paket.

Wawaria 400 paket, Leo Timur 230 paket, Ndona Timur 800 paket, Ende Selatan 200 paket, Betukeli 100 paket, Wolowaru 200 paket, dan Maurole 195 paket.

Khusus Kecamatan Letembusu, sebanyak 245 paket didistribusikan secara bertahap pada 18 dan 19 Agustus.

Baca Juga: BNPB Jelaskan Penyebab Distribusi Bantuan Korban Gempa NTT Belum Merata: Pengungsi Bertambah

Sementara pada 20 Agustus, penyaluran kembali dilanjutkan ke Kecamatan Kota Baru sebanyak 100 paket.

Menurut BNPB, distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.

Penyaluran tersebut dilakukan agar bantuan dapat menjangkau para penyintas yang membutuhkan hingga ke berbagai kecamatan di Kabupaten Ende.

Penanganan pascabencana di Kabupaten Ende, menurut BNPB, dilakukan secara bertahap melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Basarnas, relawan dan seluruh unsur terkait.

Dukungan tersebut diharapkan membantu masyarakat terdampak memulihkan kehidupan dan kembali menata kehidupan setelah gempa.

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Dian Nita Editor : Edy-A.-Putra

Sumber : Kompas TV

Tag
  • gempa ntt
  • bnpb
  • Ende
  • korban gempa
  • pengungsi gempa NTT
  • NTT
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sarinah PANDU Bawa UMKM Naik Kelas hingga Festiloka
• 19 jam lalu
0
thumb
KPK jelaskan alasan sempat periksa Warek Unsoed Kuat dan Noor Farid
• 7 jam lalu
0
thumb
776 Ton Bantuan Logistik Telah Disalurkan ke Warga Terdampak Gempa NTT
• 19 jam lalu
0
thumb
BNPB Terus Pantau Situasi Pascagempa NTT, Korban Dievakuasi Menggunakan Helikopter | SAPA MALAM
• 15 jam lalu
0
thumb
Sekjen Perisai Syarikat Islam: Ancaman Sandera Anggota DPR Bukan Demokrasi, Itu Intimidasi
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.