Jakarta: Pergerakan harga emas (XAUUSD) diperkirakan masih memiliki prospek positif pada perdagangan pekan depan. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, emas masih berada dalam tren bullish pada time frame Daily dan berpeluang melanjutkan penguatan menuju area resistance 4.594 hingga 4.655.
"Momentum kenaikan didukung oleh keberhasilan harga menembus resistance sebelumnya dan membentuk base area, yang menunjukkan bahwa buyer masih memiliki kendali cukup kuat terhadap pergerakan pasar. Meski demikian, pelaku pasar disarankan tidak terburu-buru mengejar harga di area resistance dan dapat menunggu koreksi terlebih dahulu untuk memperoleh level entry yang lebih optimal," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Secara teknikal, pergerakan emas (XAUUSD) menunjukkan struktur bullish yang masih terjaga. Breakout dari resistance sebelumnya menjadi salah satu sinyal penting karena menunjukkan bahwa harga berhasil keluar dari area yang sebelumnya membatasi ruang kenaikan. Setelah breakout, harga kemudian membentuk base area yang mengindikasikan adanya konsolidasi sekaligus proses pembentukan pijakan baru sebelum melanjutkan pergerakan ke level yang lebih tinggi.
Menurut Geraldo, kondisi tersebut memberikan indikasi bahwa momentum bullish masih cukup kuat untuk membawa XAUUSD menguji resistance berikutnya. Area 4.594–4.655 menjadi target kenaikan yang perlu diperhatikan pada pekan depan. Apabila buyer mampu mempertahankan dominasi dan harga berhasil bergerak menuju zona tersebut, pelaku pasar akan mencermati apakah terjadi breakout lanjutan atau justru koreksi akibat aksi ambil untung.
"Meskipun prospek kenaikan masih terbuka, strategi mengejar harga secara langsung di dekat resistance dinilai memiliki risiko yang lebih besar. Dupoin Futures menyarankan agar pelaku pasar yang ingin mengambil posisi beli mempertimbangkan potensi koreksi terlebih dahulu. Area 4.417 menjadi level support yang dapat diperhatikan sebagai zona potensial untuk mencari peluang entry yang lebih optimal," ujarnya. Tren bullish belum otomatis berakhir Sebaliknya, retracement setelah breakout dapat menjadi bagian dari proses pengujian kembali level harga yang sebelumnya menjadi resistance. Apabila area 4.417 mampu bertahan dan harga membentuk sinyal pembalikan atau swing low, peluang untuk kembali bergerak naik akan semakin terbuka.
"Strategi tersebut juga memungkinkan trader mendapatkan rasio risiko yang lebih terukur dibandingkan melakukan pembelian langsung ketika harga sudah berada dekat resistance," ujar dia.
Dari sisi fundamental, prospek emas (XAUUSD) pada pekan depan juga masih relatif positif. Salah satu faktor pendukung berasal dari pelemahan dolar AS. Ketika dolar mengalami tekanan, emas cenderung mendapatkan keuntungan karena harga logam mulia menjadi lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar. Kondisi tersebut berpotensi mempertahankan aliran dana menuju emas.
Selain itu, meningkatnya kekhawatiran mengenai kondisi fiskal Amerika Serikat turut mendorong investor mencari aset yang dianggap lebih defensif. Ketidakpastian terhadap kondisi keuangan pemerintah AS dapat meningkatkan kebutuhan investor untuk melakukan diversifikasi portofolio. Dalam situasi seperti ini, emas sering menjadi salah satu instrumen yang diperhatikan sebagai aset safe haven.
Baca Juga :
Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian Kompak Stagnan Hari Ini(Ilustrasi emas. Foto: Dok Bappebti) Proyeksi suku bunga The Fed Namun, terdapat faktor yang berpotensi menjadi penghambat bagi penguatan emas, terutama dari perkembangan harga minyak. Ketegangan geopolitik yang mendorong harga minyak lebih tinggi dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi. Apabila tekanan inflasi kembali meningkat, ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk melakukan pemangkasan suku bunga dapat menjadi lebih terbatas.
Ekspektasi terhadap suku bunga The Fed menjadi faktor penting bagi pergerakan emas. Kebijakan moneter yang lebih longgar umumnya memberikan dukungan terhadap emas karena menurunkan opportunity cost dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil.
"Sebaliknya, apabila inflasi yang tinggi membuat The Fed mempertahankan kebijakan suku bunga lebih ketat dalam waktu yang lebih lama, penguatan emas berpotensi menghadapi hambatan," kata dia.
Meski demikian, berdasarkan analisis Dupoin Futures, arus dana menuju emas (XAUUSD) saat ini masih cukup kuat. Artinya, meskipun terdapat risiko dari sisi inflasi dan kebijakan moneter, minat investor terhadap emas belum menunjukkan pelemahan yang signifikan. Kombinasi antara pelemahan dolar AS, kekhawatiran fiskal Amerika Serikat, dan ketidakpastian geopolitik masih menjadi faktor yang mendukung prospek bullish.
Pelaku pasar juga perlu memperhatikan dinamika antara safe haven demand dan ekspektasi kebijakan The Fed. Jika kekhawatiran fiskal dan geopolitik semakin meningkat sementara dolar AS tetap berada di bawah tekanan, momentum bullish emas berpotensi semakin kuat.
"Sebaliknya, apabila tekanan inflasi meningkat secara signifikan dan mendorong pasar kembali memperkirakan kebijakan moneter yang lebih ketat, volatilitas dapat meningkat dan memicu koreksi," jelas Geraldo.
Secara keseluruhan, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas (XAUUSD) masih berpeluang melanjutkan tren kenaikan pada pekan depan dengan target resistance 4.594–4.655. Breakout resistance sebelumnya dan terbentuknya base area menjadi dasar utama bagi skenario bullish tersebut.
Namun, karena harga sudah bergerak dalam tren naik, strategi entry yang lebih konservatif adalah menunggu koreksi menuju support 4.417 dan melihat apakah muncul konfirmasi buyer di area tersebut. Selama support mampu bertahan, peluang emas untuk melanjutkan penguatan masih terbuka.
"Sementara perkembangan dolar AS, kondisi fiskal Amerika Serikat, harga minyak, dan ekspektasi kebijakan The Fed akan menjadi katalis penting yang menentukan keberlanjutan tren bullish pada pekan depan," ungkap dia.




Komentar (0)