PBB (ANTARA) - Badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (21/8) menyatakan mitra-mitra mereka menyuarakan kekhawatiran terkait kekerasan mematikan yang dilakukan oleh pemukim Israel di Tepi Barat, serta penggunaan peluru tajam oleh pasukan Israel dalam operasi penegakan hukum yang melibatkan warga Palestina.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan dua warga Palestina tewas pada Jumat dalam insiden terpisah yang melibatkan pasukan Israel.
"Dalam sebuah serangan oleh pemukim Israel di sebuah komunitas Palestina di wilayah Hebron, seorang pemuda Palestina tewas tertembak, satu orang lainnya terluka parah, sebuah rumah dibakar, dan sejumlah rumah lainnya mengalami kerusakan," sebut OCHA.
Militer Israel, yang pasukannya dilaporkan berada di lokasi kejadian, menyatakan penembakan tersebut terjadi setelah adanya aksi pelemparan batu oleh warga Palestina yang menyebabkan sejumlah warga Israel terluka.
Petugas pertahanan sipil Palestina membantu memadamkan kebakaran tersebut, tambah OCHA.
Dalam insiden kedua, OCHA menyatakan pasukan Israel menembak mati seorang pria Palestina di rumahnya di Jenin.
OCHA menyatakan, sejak 1 Januari tahun ini hingga Senin (17/8), 22 warga Palestina di Tepi Barat telah tewas dalam berbagai serangan. Di antara jumlah tersebut, 12 orang tewas akibat serangan pemukim, tujuh orang oleh pasukan Israel, dan tiga orang dalam insiden yang tidak jelas apakah dilakukan oleh pemukim atau pasukan Israel.
OCHA menunjukkan angka kumulatif tersebut belum mencakup korban jiwa dan luka yang dilaporkan pada Jumat.
"Warga Palestina di seluruh wilayah pendudukan Palestina harus dilindungi sebagaimana diwajibkan oleh hukum internasional, dan para pelaku pelanggaran harus dimintai pertanggungjawaban," kata kantor tersebut, seraya menambahkan bahwa, penggunaan kekuatan mematikan dalam penegakan hukum seharusnya menjadi langkah terakhir.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan dua warga Palestina tewas pada Jumat dalam insiden terpisah yang melibatkan pasukan Israel.
"Dalam sebuah serangan oleh pemukim Israel di sebuah komunitas Palestina di wilayah Hebron, seorang pemuda Palestina tewas tertembak, satu orang lainnya terluka parah, sebuah rumah dibakar, dan sejumlah rumah lainnya mengalami kerusakan," sebut OCHA.
Militer Israel, yang pasukannya dilaporkan berada di lokasi kejadian, menyatakan penembakan tersebut terjadi setelah adanya aksi pelemparan batu oleh warga Palestina yang menyebabkan sejumlah warga Israel terluka.
Petugas pertahanan sipil Palestina membantu memadamkan kebakaran tersebut, tambah OCHA.
Dalam insiden kedua, OCHA menyatakan pasukan Israel menembak mati seorang pria Palestina di rumahnya di Jenin.
OCHA menyatakan, sejak 1 Januari tahun ini hingga Senin (17/8), 22 warga Palestina di Tepi Barat telah tewas dalam berbagai serangan. Di antara jumlah tersebut, 12 orang tewas akibat serangan pemukim, tujuh orang oleh pasukan Israel, dan tiga orang dalam insiden yang tidak jelas apakah dilakukan oleh pemukim atau pasukan Israel.
OCHA menunjukkan angka kumulatif tersebut belum mencakup korban jiwa dan luka yang dilaporkan pada Jumat.
"Warga Palestina di seluruh wilayah pendudukan Palestina harus dilindungi sebagaimana diwajibkan oleh hukum internasional, dan para pelaku pelanggaran harus dimintai pertanggungjawaban," kata kantor tersebut, seraya menambahkan bahwa, penggunaan kekuatan mematikan dalam penegakan hukum seharusnya menjadi langkah terakhir.






Komentar (0)