Jakarta: Pemerintah menargetkan dokumen Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) rampung ditandatangani pada Oktober 2026.
"Dari perkembangan IEU-CEPA, dokumentasi dalam versi bahasa Inggris sudah segera diselesaikan dan ditargetkan di bulan Oktober, mudah-mudahan ini bisa ditandatangani. Dan sesudah ditandatangani akan dibawa ke Parlemen EU (Uni Eropa) untuk mendapatkan ratifikasi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip dari Antara, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Setelah proses ratifikasi, kerangka kerja sama perdagangan tersebut akan dibawa ke parlemen masing-masing untuk dibahas.
Airlangga mengatakan, nantinya bakal diterbitkan Peraturan Presiden (Perpres) agar IEU-CEPA menjadi prioritas dalam pembahasan di tingkat DPR RI.
“Di Indonesia sendiri, Pak Menteri Perdagangan (Budi Santoso) sudah berkonsultasi dengan DPR, dan kemungkinan Indonesia akan menggunakan mekanisme Perpres karena sudah didiskusikan dengan DPR sehingga implementasinya akan lebih cepat,” ujarnya.
Setelah aturan turunan berupa Peraturan Pemerintah (PP) terbit, IEU-CEPA diharapkan bisa mulai berlaku mulai awal tahun 2027.
Baca Juga :
Kebut Kesepakatan IEU-CEPA, Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan Jerman(Ilustrasi. Foto: Dok MI) Perjanjian dagang buka akses pasar Lebih lanjut, Menko Airlangga menilai implementasi perjanjian dagang itu akan menjadi game changer bagi Indonesia karena membuka akses pasar yang lebih luas bagi kedua pihak.
"Ini adalah game changer bagi Indonesia dan beberapa manfaat dari akses pasar di mana Indonesia nanti 90 persen pos tarifnya langsung menjadi 0 persen, dan ini akan berkurang secara bertahap," jelasnya.
Selain itu, penerapan IEU-CEPA juga diharapkan dapat membuka potensi investasi baru dari Uni Eropa ke Indonesia.
"Dari Indonesia tentu berharap dengan ratifikasinya perjanjian ini maka akan membuka atau unlock potensi investasi yang akan masuk ke Indonesia, karena sekarang Eropa juga menjadi salah satu partner investasi Indonesia di berbagai sektor," tambah Airlangga.





Komentar (0)