Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq Beri Perintah, Uang Haram Dibelikan Tanah

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Akhmad Sodiq a.k.a ASO menggunakan uang gratifikasi yang diterima melalui keponakannya, MYN alias Nono untuk membeli tiga bidang tanah.

Menurut Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein, mulanya Sodiq memberikan perintah kepada MYN selama masa penerimaan mahasiswa baru tahun 2025 dan 2026 dengan kode ‘jangan diminta di awal’, dan ‘jika dikasih bilang terima kasih’.

BACA JUGA: Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq Cs Juga Menjual Kursi untuk Maba di 2 Fakultas Ini

Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq (kanan) dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo (kiri) menuju mobil tahanan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (22/8/2026). Foto: ANTARA/Rio Feisal

"Ini kode, arahan-arahan, atau perintah-perintah yang selalu digunakan oleh ASO (Akhmad Sodiq) selaku rektor kepada MYN ketika ada pihak-pihak orang tua atau mahasiswa baru yang akan melakukan pengurusan di jalur mandiri," kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8/2026) malam.

BACA JUGA: Kursi Mahasiswa Baru Jalur Mandiri Unsoed Ada yang Dijual Rp 500 Juta, Sontoloyo!

Taufik mengatakan MYN selama 2025-2026 kemudian menerima uang dari pihak-pihak tersebut hingga Rp 680 juta.

Setelah itu, Sodiq memerintahkan MYN untuk membayar pembelian tiga bidang tanah pakai uang haram tersebut.

BACA JUGA: Mukhlis Ramlan Desak KPK Investigasi Penerimaan Mahasiswa di Semua Kampus

Namun, pembelian aset tiga bidang tanah itu diatasnamakan MYN, bukan Sodiq.

"Jadi, uang-uang yang didapatkan oleh MYN itu digunakan atas perintah ASO untuk membelikan aset berupa tanah," ujarnya.

Dengan demikian, MYN berperan sebagai penerima sekaligus pengelola uang untuk kebutuhan Sodiq.

Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak dari jajaran Rektorat Unsoed pada 20 Agustus 2026.

Beberapa pihak Rektorat Unsoed yang diamankan dalam OTT tersebut adalah Sodiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo, dan Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Prof. Kuat Puji Prayitno.

KPK pada 21 Agustus 2026, menetapkan Sodiq, Norman, MYN, DMW dan AW selaku perantara, serta Kepala Bagian Akademik Unsoed ES sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru Unsoed. Sementara Kuat tidak ditetapkan sebagai tersangka.

Menjual Kursi untuk Maba di 3 Fakultas

Sebelumnya, KPK mengungkap penjualan kursi untuk mahasiswa baru di Universitas Soedirman tidak hanya pada Fakultas Kedokteran.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein menyebut tersangka kasus dugaan korupsi dalam penerimaan mahasiswa baru (maba) Unsoed turut melakukan jual beli kursi di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan Fakultas Hukum (FH) jalur mandiri.

"Fakultas-fakultas lain yang juga masuk dalam skema di jalur mandiri yang kemudian ditransaksikan itu antara lain Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, ya, dan ada beberapa Fakultas Hukum," ujar Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (21/8/2026) malam.

Dengan demikian, kata Taufik, dugaan korupsi tersebut tidak hanya terkait jual beli kursi Fakultas Kedokteran (FK) jalur mandiri.

Dia mengatakan dari total 2.527 kuota jalur mandiri program sarjana tahun 2026, KPK untuk sementara menemukan sebanyak 73 kuota dialokasikan para tersangka kasus tersebut untuk praktik dugaan korupsi.

"Sebanyak 73 mahasiswa yang dikelola untuk bisa dimintakan sejumlah uang. Jadi, ada hitung-hitungannya yang kami temukan di dokumen-dokumen," ungkap Taufik.(Ant/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kasus Rektor Unsoed, Ada Peran Guru, Sebegini Tarif Mahasiswa Baru


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Prabowo Duduk di Tengah Jokowi-Gibran, Apa Pesannya untuk 2029?
• 8 jam lalu
0
thumb
Tujuh Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan Siaga Darurat Karhutla
• 14 jam lalu
0
thumb
Balkon Ruko di Bekasi Tiba-Tiba Ambruk, 2 Pedagang Terluka Tertimpa Reruntuhan | BERITA UTAMA
• 18 jam lalu
0
thumb
Karhutla di Enam Provinsi Ditangani dengan Operasi Udara dan Darat
• 8 jam lalu
0
thumb
Ambulans Udara, Jalan Baru Menjangkau Nyawa di Pelosok
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.