Tujuh Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan Siaga Darurat Karhutla

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Banjarmasin: Tujuh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan (Kalsel) menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penetapan status tersebut dilakukan berdasarkan kondisi karhutla yang mulai meluas di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel Ronny Eka Saputra menyebutkan tujuh kabupaten/kota tersebut, yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Kabupaten Barito Kuala, Kabupaten Tapin, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), dan Kabupaten Tanah Bumbu.

"Akibat kejadian ini sekitar 6.905 hektare lahan hangus terbakar," ujar Ronny, dilansir dari Antara, Jumat, 21 Agustus 2026. 

Baca Juga :

4 Titik Rawan Karhutla Dipetakan di Hutan Lindung Liang Anggang

Cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Kalsel meningkatkan kerentanan terhadap karhutla. Berdasarkan data BPBD Kalsel hingga 20 Agustus 2026, tercatat 1.651 kejadian karhutla dengan 8.764 titik panas.

Ronny mengatakan Kota Banjarbaru menjadi wilayah yang terdampak paling parah. Tercatat 342 kejadian karhutla dengan luas area terdampak mencapai 1.140 hektare.

Kabupaten Banjar mencatat 302 kejadian karhutla dengan luas lahan terdampak mencapai 1.496 hektare. Sementara itu, Kabupaten Tanah Laut mencatat 272 kejadian dengan luas lahan terdampak 1.384 hektare.

Untuk meminimalisir dampak yang lebih luas, Pemprov Kalsel membagi penanganan ke dalam tiga ring area prioritas, yakni ring satu berada di sekitar Bandara Syamsudin Noor, ring dua di wilayah Utara, dan Ring tiga di wilayah Selatan.

"Kami terus melakukan patroli dan pemadaman secepat mungkin. Saat ini kami dibantu 3 unit heli waterbombing dari BNPB, 1 heli patroli, dan 1 pesawat," ungkapnya.

Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala akses darat yang sulit. Helikopter hanya dapat beroperasi hingga pukul 18.00 WITA.

"Jika api belum padam, terpaksa Satgas Darat harus melanjutkan operasi pemadaman di malam hari," ucap Ronny.


Sejumlah petugas melakukan pemadaman karhutla di Pengayuan, Kecamatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalsel, Jumat siang, 21 Agustus 2026. ANTARA/Firman


Kondisi lahan gambut menjadi tantangan terberat bagi petugas. Secara kasat mata, api di permukaan seringkali tampak padam pada malam hari.

Bara api yang masih menyala di bawah permukaan gambut dapat kembali membesar dan menjalar ke atas dengan cepat saat cuaca panas dan angin kencang keesokan harinya.

Sebagai langkah mitigasi jangka panjang, Pemprov Kalsel yang dibantu SKPD terkait. Mulai dari dinas kehutanan, dinas lingkungan hidup, hingga dinas pekerjaan umum, terus melakukan pembasahan dan perendaman lahan gambut.

Menurut Ronny, koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III juga dilakukan untuk membuka pintu-pintu air.

"Langkah ini difokuskan di area utara bandara seperti sekitar Gunung Damar, Golf Ujung, dan Kurnia, untuk menaikkan tinggi muka air dan menekan risiko kebakaran, di tengah sulitnya mencari sumber air di wilayah selatan," demikian katanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Layanan Ambulans Udara dan Dokter Terbang Perlu Sinergi Lintas Sektor
• 8 jam lalu
0
thumb
PLN Dukung Pengembangan Geothermal, Dorong Ketahanan Energi Nasional
• 19 jam lalu
0
thumb
Pengungsi Gempa Flores 110.785 Jiwa, Puluhan Ribu Rumah Rusak
• 11 jam lalu
0
thumb
Pendaftaran TKA Dibuka, Murid Dibolehkan Tak Ikut? Kemendikdasmen Bilang Gini
• 21 jam lalu
0
thumb
Praperadilan Febrie Adriansyah, Ahli Hukum Sebut Tak Ada TPPU Tanpa Predicate Crime
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.