Motor Listrik Nasional Dinilai Bisa Jadi Titik Balik Industri Otomotif Indonesia

disway.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Rencana program Motor Listrik Nasional (Molinas) dinilai dapat menjadi angin segar bagi transformasi industri otomotif sekaligus pengembangan manufaktur di Indonesia.

Sejak resmi diumumkan pada 17 Juli lalu, program tersebut mendapat perhatian karena dinilai tidak hanya berdampak terhadap industri kendaraan listrik, tetapi juga berpotensi memperkuat peran produk dan teknologi buatan dalam negeri.

Pengamat Transportasi sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai program Motor Listrik Nasional dapat membuka peluang lebih besar bagi pengembangan produk lokal.

BACA JUGA:Bantuan Internasional untuk Gempa NTT? Ini Penjelasan Kemlu

Menurutnya, keterlibatan insinyur dalam negeri dalam proses desain dan manufaktur memungkinkan produk yang dihasilkan memiliki spesifikasi yang lebih sesuai dengan kondisi geografis sekaligus daya beli masyarakat Indonesia.

"Keunggulan biaya operasional, jika skema insentif khusus kendaraan nasional direalisasikan secara optimal, produk nasional dapat memiliki struktur harga yang mampu bersaing langsung di segmen pasar menengah-bawah," tutur Djoko kepada Disway, pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Kendati begitu, Djoko juga menambahkan bahwa integrasi rantai pasok serta keunggulan merek nasional akan bergantung pada seberapa jauh integrasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), khususnya lokalisasi produksi baterai dan komponen inti lainnya.

Tidak hanya itu, layanan purna jual dan kepercayaan konsumen, merek asing kerap menghadapi tantangan terkait ketersediaan suku cadang dan jaringan purna jual jangka panjang.

BACA JUGA:Soal TPPU Febrie Adriansyah, Ahli: Setelah 1 Januari 2026 Wajib Gunakan Pasal 607 KUHP

Oleh karena itulah, dirinya menilai bahwa hal ini menjadi peluang bagi merek nasional untuk membangun kepercayaan konsumen melalui jaringan servis yang solid dan jaminan purna jual yang lebih pasti.

"Keberhasilannya bergantung pada bagaimana pemerintah dan pelaku industri mengelola sejumlah variabel kunci," tutur Djoko.

Di sisi lain, program Motor Listrik Nasional berpotensi menjadi titik balik (turning point) bagi industri otomotif Indonesia. 

Program ini tidak hanya berpeluang mengubah posisi Indonesia dari sekadar pasar konsumen menjadi produsen, tetapi juga berpotensi memecah oligopoli pabrikan konvensional serta menahan laju dominasi elektrifikasi di era elektrifikasi

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kapal Kelebihan Muatan Terbalik di Nigeria, Baru Berangkat Satu Menit, Lebih dari 50 Orang Tewas 
• 41 menit lalu
0
thumb
7 Tahun QRIS, BI Sulsel Tampilkan 7 Inovasi
• 3 jam lalu
0
thumb
Maut di Simpang Cemara, Bocah Penjual Tisu Tewas Dilindas Tronton
• 4 jam lalu
0
thumb
[FULL] Petugas Damkar & Warga Banjarbaru Ungkap Situasi Karhutla: Udaranya Buat Kami Sesak Nafas
• 21 jam lalu
0
thumb
Desa Bulok Bersiap Jadi Destinasi Wisata, BUMN Perkuat UMKM Lokal
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.