Bantuan Internasional untuk Gempa NTT? Ini Penjelasan Kemlu

disway.id
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan pemerintah saat ini masih fokus menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengandalkan kapasitas dan sumber daya nasional.

Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang mengatakan pemerintah terus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi di tengah proses penanganan dan pemulihan pascagempa.

"Terkait bantuan, pemerintah RI saat ini kita fokus penanganan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak itu dapat terpenuhi melalui kapasitas dan sumber daya nasional yang kita miliki," kata Yvonne, Jumat, 21 Agustus 2026.

BACA JUGA:Soal TPPU Febrie Adriansyah, Ahli: Setelah 1 Januari 2026 Wajib Gunakan Pasal 607 KUHP

Yvonne menekankah pemerintah Indonesia mengapresiasi negara-negara sahabat yang telah menyampaikan ucapan duka cita, simpati, dan solidaritas atas bencana gempa yang melanda NTT.

Menurutnya, dukungan tersebut memiliki arti penting bagi Indonesia dalam menghadapi situasi sulit pascabencana.

"Sebagaimana disampaikan Pak Menlu juga di depan para duta besar asing negara-negara sahabat, our sincere appreciation for the messages of condolences, sympathy, and solidarity expressed by our friends and partner countries following the devastated earthquake in East Nusa Tenggara," ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah menghargai berbagai pesan dukungan yang disampaikan negara sahabat setelah gempa dahsyat mengguncang NTT.

"Of course this means a great deal during this difficult time," katanya.

BACA JUGA:Terungkap di Sidang Praperadilan Febrie, Pakar Hukum Sebut TPPU Tak Bisa Langsung Disidik

Saat ditanya apakah gempa NTT akan dibahas saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi ke, Yvonne mengatakan pihaknya akan melihat terlebih dahulu agenda pertemuan tersebut.

"Terkait NTT dikaitkan dengan kunjungan Wang Yi itu detailnya kita akan lihat besok apakah khusus ini dibahas," jelasnya.

Yvonne juga meminta seluruh pihak menghormati proses yang sedang berjalan dan tidak mendahului pembahasan maupun keputusan pemerintah.

"Kita itu tidak ingin mendahului proses yang sedang berjalan ya teman-teman and please, please untuk dapat menghormati juga proses yang tengah berjalan saat ini," pungkas Yvonne.

 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
DPR Dorong Reformasi Penerimaan Mahasiswa Setelah KPK OTT Rektor Unsoed
• 19 jam lalu
0
thumb
BNPB Terus Pantau Situasi Pascagempa NTT, Korban Dievakuasi Menggunakan Helikopter | SAPA MALAM
• 13 jam lalu
0
thumb
Kasus Rektor Unsoed, Ada Peran Guru, Sebegini Tarif Mahasiswa Baru
• 3 jam lalu
0
thumb
Komisi VIII DPR Soroti Anggaran Mitigasi Karhutla BNPB yang Minim
• 14 jam lalu
0
thumb
Rupiah Ditutup Naik ke Rp17.694/USD
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.