Polisi Sita Senjata Tajam hingga Alat Isap Sabu Usai Tawuran Warga di Bukit Duri

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Polisi mengumpulkan sejumlah senjata dan barang berbahaya lainnya saat menyisir pemukiman usai tawuran pecah di Jalan Bukit Duri Timur, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (21/8/2026).

Sejumlah anggota kepolisian dipimpin Kapolsek Tebet AKP Ischak memasuki gang-gang kecil untuk mencari warga yang terlibat tawuran.

Belum ada pelaku tawuran yang ditemukan. Namun, polisi menemukan sejumlah senjata tajam. Barang bukti kemudian dibawa ke titik kumpul polisi.

Baca juga: “Jangan Pulang Dulu ya Pak,” Warga Waswas Usai Tawuran Pecah di Bukit Duri

Barang tersebut berupa celurit berbagai ukuran, golok, tongkat golf, besi baja, satu benda menyerupai senjata laras panjang, korek api, timbangan, plastik klip, dan botol yang menyerupai bong.

Ditemukan juga diduga tabung pengisap sabu yang terbuat dari material keramik dari rumah salah satu terduga pelaku tawuran, dan sejumlah botol kaca hijau dengan label minuman keras.

“Kami amankan juga barang, kayak itu ada sajam celurit, sarana yang dipakai lah,” ujar Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan ditemui di lokasi, Jumat.

Pelaku diduga berasal dari warga sekitar yang mengalami konflik internal dengan warga lainnya. Mereka menggunakan petasan untuk memicu emosi satu kubu.

Adapun, tawuran yang terjadi sekira pukul 17.00 WIB ini sempat menyebabkan gangguan pelayanan kereta rel listrik (KRL) di antara Stasiun Manggarai dan Stasiun Tebet.

“Perjalanan Commuter Line Bogor dari arah Manggarai maupun dari arah Tebet perjalanannya dihentikan sementara. Langkah ini diambil untuk menjaga keselamatan pengguna dan juga keamanan perjalanan Commuter Line,” jelas Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, dalam keterangan tertulisnya, Jumat.

Imbas tawuran warga, delapan perjalanan Commuter Line Bogor tujuan Jakarta Kota dan 6 perjalanan Commuter Line tujuan Bogor sempat tertahan.

Baca juga: KRL Terlambat 1 Jam Imbas Tawuran di Manggarai, Penumpang Menumpuk, Barang Berjatuhan ke Rel

Perjalanan KRL red line baru kembali beroperasi sekitar pukul 18.00 WIB.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menhub Buka Suara! 4 Kecelakaan Kapal Ternyata Bukan Imbas Efisiensi Anggaran
• 19 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Antam Bertahan di Rp2,725 Juta per Gram, Buyback Stabil Rp2,585 Juta
• 18 jam lalu
0
thumb
Syarat Sertifikat UKBI Beasiswa Unggulan 2026 dan Cara Mendapatkannya
• 11 jam lalu
0
thumb
Pemkab Kepulauan Seribu Hadirkan Lantas Samudera untuk Permudah Layanan Kependudukan Warga Pesisir
• 10 jam lalu
0
thumb
Karhutla di Kalimantan Meluas, Api Mulai Kepung Pemukiman Warga
• 7 menit lalu
0
Berhasil disimpan.