Lagi-lagi, Debu Hitam dan Bau Batu Bara Mengganggu Warga Cilincing

kompas.com
15 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga di kawasan pesisir Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, mengeluhkan debu hitam dan bau yang semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pendi (bukan nama sebenarnya), warga sekitar mengatakan, debu batu bara berwarna hitam itu hampir setiap hari muncul sehingga warga harus lebih sering membersihkan lingkungan.

"Kalau di Cilincing itu ngebul. Terus debunya hitam-hitam," ucap dia saat ditemui Kompas.com di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (21/8/2026).

Baca juga: Debu Batu Bara Kembali Meneror Warga Marunda

Menurut dia, kondisi tersebut belakangan semakin parah. Ia mengatakan warga kini kini harus membersihkan debu hampir setiap jam.

Tercium bau menyengat pembakaran batu bara pada siang hari.

Ia kemudian mengaitkan debu dan bau tersebut dengan aktivitas yang berasal dari arah proyek reklamasi PT KCN yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi tempatnya beraktivitas.

"(Asap) ngebul batu bara. Baunya juga baunya menyengat batu bara. Ya debu juga. Coba aja kasih air (lantai), warna hitam jadinya," kata Pendi.

Bahkan, kondisi tersebut juga mengganggu pernapasan dan membuat mata perih.

"Pernapasan, terus mata perih. Anak-anak juga sama (merasakan dampaknya)," lanjut dia.

Senada, Syam, warga Kalibaru Timur mengatakan, debu di kawasan tempat tinggalnya kini terlihat lebih tebal, salah satunya di genteng rumah.

Baca juga: Derita Tak Berujung Warga Rusunawa Marunda: Tercemar Debu Batu Bara, Krisis Air Bersih, dan Atap Bangunannya Ambruk

"Kalau debu lumayan terganggu di RW 1 Kalibaru timur. Di genteng-genteng itu biasanya enggak parah, ini sekarang tebel," ujar dia kepada Kompas.com, Jumat.

Menurut dia, debu hitam disebut sudah masuk ke rumah beberapa warga. Bau juga dinilai semakin mengganggu ketika angin bertiup kencang.

"Apalagi baunya kalau lagi angin kenceng itu bisa parah banget. Semenjak enam bulan belakangan ini aja sih, tapi kurang tahu juga asalnya dari mana," tutur dia.

Ia mengatakan, wilayah Marunda dan Cilincing memang dikenal memiliki banyak pasir.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun, kondisi yang terjadi sekarang disebut berbeda sejak adanya batu bara karena berwarna debu kehitaman dan disertai bau.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dampingi Wapres Gibran di Sikka, Kapolda NTT Pastikan Korban Gempa Terlayani
• 17 jam lalu
0
thumb
Kementerian PU Pastikan Akses Jalan di Pulau Palue usai Gempa NTT Mulai Pulih
• 31 menit lalu
0
thumb
OTT Rektor Unsoed, Curiga Ada Aliran Dana ke Jakarta
• 20 jam lalu
0
thumb
Korban Meninggal akibat Gempa di Manggarai Timur Capai 30 Orang, Pengungsi Tembus 31 Ribu
• 1 jam lalu
0
thumb
Cara Mengusir Nyamuk di Kamar dengan Bahan Alami
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.