VIVA – Profesi pengemudi ojek online (ojol) mulai diarahkan untuk tidak hanya menjadi sumber pendapatan dari layanan transportasi. Pengemudi juga didorong memiliki akses untuk mengembangkan usaha dan keterampilan lain melalui ekosistem ekonomi digital.
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mendorong agar pengemudi ojek online roda dua dapat memperoleh pengakuan sebagai pengusaha mikro transportasi online. Menurutnya, upaya tersebut merupakan bagian dari konsep “naik kelas” yang tidak mengharuskan pengemudi meninggalkan profesinya.
“Sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengakuan Mitra Pengemudi ojek online roda dua sebagai pengusaha mikro transportasi online, semangat ‘naik kelas’ tidak semestinya dimaknai sebagai keharusan untuk meninggalkan profesi yang dijalani, melainkan sebagai upaya memperluas kapasitas dan pilihan agar mereka dapat terus berkembang sesuai aspirasi masing-masing,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari keterangannya, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurut Maman, pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan memiliki peran dalam membuka akses pembelajaran, perlindungan, serta peluang pengembangan usaha bagi para pengemudi.
“Namun, sejauh mana peluang tersebut dapat membawa kemajuan akan sangat ditentukan oleh kemauan, ketekunan, dan ikhtiar setiap individu,” sambungnya.
Ia juga mengapresiasi kehadiran GrabAcademy yang dinilai menjadi salah satu bentuk kolaborasi untuk membuka kesempatan bagi mitra pengemudi dalam meningkatkan kapasitas dan mengembangkan sumber penghasilan.
Salah satu peluang yang berkembang adalah usaha kuliner. Sepanjang 2026, sebanyak 19.368 Mitra Pengemudi tercatat telah bertransisi menjadi Mitra Merchant.
Daniel Tomeke menjadi salah satu pengemudi yang menjalankan kedua aktivitas tersebut. Ia tetap bekerja sebagai pengemudi sambil mengembangkan usaha kuliner.
“Menjadi Mitra Merchant membuka pilihan baru bagi saya. Saya tetap dapat menjalankan aktivitas sebagai Mitra Pengemudi sambil membangun usaha yang saya harapkan bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi keluarga,” ungkapnya.
Selain usaha kuliner, pengemudi juga memiliki peluang meningkatkan kapasitas dari layanan roda dua ke roda empat. Hingga 13 Juli 2026, sebanyak 6.598 pengemudi telah bertransisi ke roda empat.
Peluang pengembangan juga mencakup bidang kreator dan instruktur. CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan ekosistem yang tersedia diarahkan untuk memberikan lebih banyak pilihan kepada para mitra.






Komentar (0)