Wall Street Melemah, Dow Jones Anjlok 703,84 Poin

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Kamis waktu setempat. Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan harga minyak mentah menekan sentimen pasar di tengah ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.

Mengutip Xinhua, Jumat, 21 Agustus 2026, indeks Dow Jones Industrial Average turun 703,84 poin atau 1,32 persen menjadi 52.759,21. Sementara itu, indeks S&P 500 turun 66,82 poin atau 0,87 persen menjadi 7.641,16 dan Nasdaq Composite melemah 263,92 poin atau satu persen menjadi 26.067,17. Data penutupan ketiga indeks tersebut juga dikonfirmasi oleh Associated Press.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah. Sektor barang kebutuhan pokok konsumen dan kesehatan mencatat penurunan terbesar, masing-masing 1,93 persen dan 1,89 persen. Sektor energi dan real estat menjadi dua sektor yang menguat, masing-masing 0,38 persen dan 0,15 persen.

Dinamika pasar obligasi tetap menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi sentimen pasar. Imbal hasil obligasi pemerintah AS kembali meningkat setelah sebelumnya sempat turun menyusul keputusan Departemen Keuangan AS memperbesar program pembelian kembali obligasi jangka panjang.

Departemen Keuangan AS sebelumnya mengumumkan peningkatan pembelian kembali obligasi pemerintah dengan tenor panjang menjadi sedikitnya USD4 miliar per operasi, dari sebelumnya USD2 miliar. Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung likuiditas pasar obligasi.

Pada Kamis, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun kembali berada di sekitar 4,69 persen, sedangkan imbal hasil tenor 30 tahun mencapai sekitar 5,24 persen. Kenaikan tersebut menghapus sebagian besar penurunan imbal hasil setelah pengumuman program pembelian kembali obligasi.

Pelaku pasar juga menyoroti kondisi fiskal AS setelah utang nasional menembus USD40 triliun. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan besarnya angka tersebut perlu dilihat dalam konteks struktur utang dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

"Angka USD40 triliun itu besar. Namun, jumlahnya menjadi lebih kecil jika kita melihat porsi yang diperdagangkan secara publik, karena dana Jaminan Sosial dan entitas pemerintah lainnya memegang porsi yang cukup signifikan. Dan langkah yang akan kita ambil adalah mendorong pertumbuhan ekonomi untuk mengatasi situasi ini," ujar Bessent.


Ilustrasi perdagangan di Wall Street. Foto: Xinhua/Michel Nagle.
 

Baca Juga :

Dolar AS Jatuh ke Level Terendah sejak Mei
  Harga minyak dunia menguat
Di pasar energi, harga minyak mentah menguat lebih dari dua persen di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik terkait konflik AS-Iran dan gangguan aktivitas di sekitar Selat Hormuz.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik USD2 atau 2,33 persen menjadi USD87,83 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik USD2,16 atau 2,36 persen menjadi USD93,78 per barel di bursa ICE Futures Exchange London. Kedua harga tersebut merupakan level tertinggi sejak 24 Juli 2026.

Kenaikan harga minyak turut meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi dan prospek suku bunga, sehingga menambah tekanan terhadap pasar saham.

Di sisi lain, dari pasar saham, Walmart menjadi salah satu pemberat utama indeks setelah sahamnya anjlok 9,15 persen. Penurunan terjadi setelah perusahaan memberikan proyeksi kinerja kuartal ketiga yang lebih rendah dari perkiraan.

Sebaliknya, saham produsen mesin pertanian Deere & Co. melonjak hampir tujuh persen setelah melaporkan kinerja kuartalan yang lebih baik dari ekspektasi. Sedangkan saham Advance Auto Parts merosot 24,55 persen, sementara saham NetEase turun hampir enam persen.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Apresiasi Pameran Foto 'Prahara Pulau Emas', Wali Kota Medan: Foto Jurnalistik Menggugah Empati dan Menciptakan Harapan
• 18 jam lalu
0
thumb
BRI Super League: Ada Peran Pieter Huistra di Balik Keputusan Christophe Nduwarugira Gabung PSS
• 15 jam lalu
0
thumb
Kapal di Laut Kepri Selundupkan 2,6 Ton Narkoba Cair Pakai Ruangan Tersembunyi
• 11 jam lalu
0
thumb
Pelaku Cek Nomor Rangka Kendaraan Harus Dipidana
• 11 jam lalu
0
thumb
Terjebak dalam Mercy Terbakar Usai Tabrak Truk, Dua Tewas
• 2 jam lalu
0
Berhasil disimpan.