Jakarta, CNBC Indonesia - Pemindahan kapal induk USS George Washington dari kawasan Indo-Pasifik ke Timur Tengah dinilai dapat menciptakan celah keamanan bagi Amerika Serikat (AS), terutama di tengah meningkatnya ancaman dari China.
Mantan Komandan Carrier Strike Group 5, Laksamana Muda (Purn) Mark Montgomery, memperingatkan pengerahan tersebut dapat menjadi "risiko keamanan nasional" bagi AS. Menurutnya, langkah itu akan membuat Washington kehilangan sebagian kekuatan angkatan lautnya di Asia dalam jangka panjang.
"Ini merupakan risiko keamanan nasional karena mengirimkan pesan pencegahan yang lemah kepada China dan tidak memberikan jaminan keamanan bagi sekutu serta mitra Amerika di Pasifik," kata Montgomery, dikutip dari Newsweek, Jumat (21/8/2026).
USS George Washington diperkirakan akan menggantikan USS Abraham Lincoln di Timur Tengah. Namun, pengerahan itu terjadi ketika sekitar 5.000 pelaut dan Marinir di USS Abraham Lincoln menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai menipisnya persediaan serta memburuknya kondisi kesehatan mental awak yang belum menginjakkan kaki di daratan sejak Desember.
Montgomery menilai penarikan George Washington ke Timur Tengah juga dapat membuat AS hanya memiliki kehadiran angkatan laut yang terbatas di Pasifik selama lebih dari 1,5 tahun. Setelah menyelesaikan misi di Timur Tengah, kapal induk tersebut harus kembali menjalani masa pemeliharaan.
Kondisi ini menjadi perhatian karena Angkatan Laut AS dinilai semakin terbebani oleh konflik yang telah berlangsung berbulan-bulan di Timur Tengah. Di saat yang sama, Washington dituntut tetap mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan konfrontasi dengan China di Indo-Pasifik.
Sementara itu, Direktur Program Asia Tenggara Center for Strategic and International Studies (CSIS), Greg Poling, mengatakan Beijing justru dapat melihat situasi tersebut sebagai keuntungan strategis.
"(China) cukup senang dengan teralihnya perhatian AS serta rasa frustrasi yang dialami oleh sekutu dan mitra AS," ujarnya.
Pergerakan George Washington sendiri menunjukkan kapal induk tersebut mulai meninggalkan kawasan Asia. Angkatan Laut AS menyatakan kapal itu melintasi Selat Singapura pada Kamis, sementara seorang pejabat AS mengatakan kapal tersebut kemudian melintasi Selat Malaka menuju Samudra Hindia, jalur yang sebelumnya juga digunakan USS Abraham Lincoln saat dikerahkan ke Timur Tengah.
Kapal Washington diketahui berada di Guam pada pertengahan Juni, beroperasi di Laut Filipina pada awal Juli, serta sempat melakukan kunjungan pelabuhan di Da Nang, Vietnam, pada akhir Juli.
(luc/sef)





Komentar (0)