Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) memperingati hari jadi ke-81 Jateng, di Alun-Alun Kidul, Kabupaten Boyolali, pada Rabu, 19 Agustus 2026. Peringatan ini menjadi momentum untuk mengapresiasi kontribusi masyarakat sekaligus menegaskan semangat kebersamaan dalam melanjutkan pembangunan Jateng.
Upacara hari jadi ke-81 Jateng ini dihadiri berbagai elemen masyarakat. Mulai dari petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, penyandang disabilitas, pelajar, dan mantan gubernur Jateng.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyebut, capaian pembangunan selama 545 hari dirinya memimpin Jateng bersama wakilnya, Taj Yasin, tidak lahir dari kerja pemerintah saja.
"Atas nama Pemprov Jateng dan seluruh masyarakat Jateng, dari lubuk hati kami yang paling dalam, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja sama pengabdian dan kontribusi panjenengan semuanya," kata Ahmad Luthfi, dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 21 Agustus 2026.
Baca Juga :
Salah satu elemen masyarakat yang mendapatkan perhatian adalah petani. Luthfi menilai, kerja keras petani membuat Jateng menjadi salah satu penyangga pangan nasional.
Pada 2025, produksi padi di Jateng mencapai sekitar 9,39 juta ton gabah kering giling (GKG). Pada Januari hingga Juli 2026, produksinya sudah mencapai 6,74 juta ton, atau lebih dari 63 persen dari target tahunan.
"Kalau petani kita bekerja keras, maka kita diberi amanah memimpin Jateng juga harus bekerja keras sampai di tingkat desa," katanya.
Aktivitas yang dilakukan masyarakat juga ikut mendorong perekonomian dan membuka lapangan kerja. Tingkat pengangguran terbuka Jateng turun dari 4,33 persen menjadi 4,24 persen, dengan tambahan sekitar 460 ribu orang yang bekerja.
Hingga semester pertama 2026, investasi Jateng mencapai Rp59,94 triliun. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,80 persen, sedangkan persentase penduduk miskin turun menjadi 9,21 persen.
Di bidang pendidikan, Pemprov Jateng menggratiskan biaya pendidikan bagi 231.724 siswa sekolah negeri dan 5.004 siswa sekolah swasta. Program dokter spesialis keliling telah menyambangi lebih dari 1.300 desa. Sedangkan di sektor perumahan, pemerintah telah menuntaskan lebih dari 339.000 backlog perumahan yang meliputi backlog kelayakan dan kepemilikan.
Pemprov Jateng juga mendukung berbagai program pemerintah pusat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau sekitar sembilan juta penerima manfaat melalui 4.382 SPPG.
Sebanyak 14 sekolah rakyat telah direalisasikan dengan 1.275 siswa. Sedangkan Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk 8.523 unit dan 6.271 di antaranya telah beroperasi.
Di tengah kondisi global yang tidak menentu dan tekanan fiskal, Luthfi menyebut program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadi prioritas.
Dalam usia ke-81, Jateng melanjutkan estafet pembangunan dari 15 gubernur sebelumnya. Semangat 81 Gumregut Nyawiji menjadi pesan untuk terus menjaga kebersamaan dan bergerak bersama memajukan Jawa Tengah





Komentar (0)