Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi tinggi atas komitmen berkelanjutan China dalam mendukung investasi dan pembangunan ekonomi di Tanah Air.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan apresiasi itu diberikan setelah lembaga pemeringkat asal China memberikan penilaian sempurna terhadap iklim investasi Indonesia.
“Beberapa waktu yang lalu rating agency dari Tiongkok memberikan sebuah penilaian yang sempurna terhadap iklim investasi di Indonesia dan untuk itu kami juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tiongkok,” ucap Sugiono dalam pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Jumat (21/8).
Menurut Sugiono, capaian ini adalah wujud kepercayaan besar China terhadap iklim investasi hingga ketahanan ekonomi nasional.
“Ini kepercayaan yang demikian besar terhadap ekonomi Indonesia, kepercayaan yang demikian besar juga kepada langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Republik Indonesia yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto,” sebut Sugiono.
Kemudian, Sugiono mengatakan kedua negara sepakat untuk merevitalisasi berbagai mekanisme strategis di sektor perdagangan, energi, mineral, dan maritim. Indonesia dan China juga mulai menjajaki peluang kerja sama di sektor-sektor baru yang bernilai tinggi, seperti pengembangan logam tanah jarang dan teknologi kecerdasan buatan (AI).
“Tentu saja memajukan kerja sama ekonomi dan kami apresiasi keberlanjutan komitmen Tiongkok terhadap pembangunan ekonomi Indonesia melalui peningkatan perdagangan dan investasi,” ucapnya.
Nilai Perdagangan RI-China Capai USD 167 MiliarSugiono mengatakan, Wang Yi menyampaikan nilai perdagangan kedua negara yang telah mencapai USD 167 miliar. Menurut Sugiono, angka tersebut masih belum menggambarkan keseluruhan potensi yang ada.
“Karena angka tersebut tidak mencakup semua potensi yang dimiliki oleh kedua negara dan untuk itu kami juga sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dalam rangka meningkatkan jumlah dan angka perdagangan,” tutur Sugiono.






Komentar (0)