Dari YouTuber Konten Horor, Fajar Aditya RJL 5 Raih Gelar S2 Cumlaude di UI

medcom.id
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Nama YouTuber Fajar Aditya sudah tak asing lagi bagi para pecinta konten horor di Indonesia. Fajar Aditya dikenal lewat kanal YouTube RJL 5.
 
Di kontennya Fajar Aditya menawarkan perspektif berbeda: pengalaman horor dapat menjadi pintu masuk untuk memahami kepercayaan, budaya, kehidupan sosial, hingga kearifan lokal yang berkembang di berbagai daerah Indonesia. 
 
Perspektif tersebut semakin diperkuat dengan latar belakang akademik Fajar yang baru saja menyelesaikan pendidikan S2 Antropologi di Universitas Indonesia dengan predikat cumlaude dan IPK 3,89. Capaian ini sekaligus menjadi salah satu penanda perjalanan Fajar dalam mengembangkan RJL 5 sebagai kanal yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa nilai edukasi.

Bagi Fajar, popularitas konten horor di Indonesia dapat dimanfaatkan lebih jauh untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada masyarakat. “Banyak yang berpikir kalau orang yang membahas horor harus paranormal, dukun, klenik, atau indigo. Padahal tidak harus begitu. Pengalaman horor bisa kita lihat sebagai sebuah fenomena kepercayaan dalam budaya masyarakat,” ujar Fajar Aditya, Founder RJL 5.
 
Menurutnya, ketika sebuah pengalaman horor dibahas dalam konteks budaya, pembicaraan tidak berhenti pada cerita mistis. Dari sebuah kepercayaan masyarakat, pembahasan dapat berkembang menjadi cerita mengenai kehidupan sosial dan ekonomi sebuah desa, hingga memperkenalkan potensi wisata dan produk-produk lokal yang dihasilkan masyarakat setempat.
 
“Setelah membahas kepercayaan, kita bisa masuk ke kehidupan sosial dan ekonomi di sebuah desa. Bahkan, dari sana kita juga bisa memperkenalkan wisata serta produk-produk yang dihasilkan oleh desa tersebut,” lanjutnya. Menggabungkan Horor, Budaya, dan Edukasi
RJL 5 dikenal sebagai kanal yang banyak membahas horor, budaya, dan the untold story bersama Fajar Aditya. Namun, sejak awal Fajar Aditya tidak ingin RJL 5 hanya berhenti sebagai platform hiburan.
 
Konsep yang dibangun adalah menghadirkan pengalaman dan cerita dari narasumber sebagaimana adanya, bukan memberikan cerita atau skenario untuk kemudian diceritakan seolah-olah merupakan pengalaman nyata.
 
  Dari Akademisi hingga Founder RJL 5
Fajar Aditya memiliki latar belakang pendidikan yang erat dengan pendekatan budaya dan sosial. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Administrasi Negara di Universitas Indonesia sebelum melanjutkan S2 Antropologi di universitas yang sama.
 
Kini, selain dikenal sebagai Founder RJL 5, Fajar memiliki keahlian dan ketertarikan pada bidang antropologi, budaya, mitos, serta penulisan. Ia juga merupakan penulis novel Hilang Dalam Dekapan Semeru yang berhasil menjadi best seller.
 
Perjalanan Fajar dalam membangun RJL 5 tidak selalu berjalan tanpa tantangan. Ketika membahas berbagai fenomena horor, dirinya kerap mendapat anggapan sebagai dukun, paranormal, indigo, maupun sosok yang berkaitan dengan klenik.
 
Namun, latar belakang tersebut justru menjadi bagian dari perjalanan Fajar dalam membangun pendekatan berbeda terhadap konten horor. Ia berusaha menempatkan cerita-cerita tersebut sebagai bagian dari fenomena kepercayaan dan budaya yang dapat dipelajari dalam konteks masyarakat.
 
RJL 5 sendiri telah memperoleh perhatian besar dari penikmat konten horor Indonesia. Pada 2025, Fajar Aditya tercatat meraih predikat Top Podcast Horor Indonesia dari YouTube. Horor sebagai Pintu Masuk Mengenal Indonesia
Dengan basis penonton yang besar dan ketertarikan masyarakat terhadap cerita horor, Fajar melihat ada peluang untuk membawa lebih banyak cerita lokal ke ruang publik.
 
Baginya, cerita tentang pengalaman horor tidak harus berakhir pada pertanyaan mengenai benar atau tidaknya sebuah fenomena. Di balik cerita tersebut, sering kali terdapat latar budaya, tradisi, kepercayaan, serta kehidupan masyarakat yang menarik untuk diketahui.
 
“Yang kami perjuangkan melalui RJL 5 adalah bagaimana horor dengan jumlah penonton yang banyak ini juga bisa dimanfaatkan untuk memperkenalkan kearifan lokal Indonesia,” kata Fajar.
 
Melalui pendekatan tersebut, RJL 5 berupaya menempatkan konten horor bukan hanya sebagai konsumsi hiburan, tetapi sebagai medium untuk membuka pembicaraan yang lebih luas mengenai Indonesia—mulai dari kepercayaan masyarakat, budaya, kehidupan sosial, ekonomi lokal, hingga potensi wisata.
 
Momentum kelulusan Fajar dari S2 Antropologi UI dengan predikat cumlaude dan IPK 3,89 pun menjadi relevan dengan perjalanan tersebut. Pendidikan antropologi yang ditempuhnya memberikan perspektif akademik yang semakin memperkuat cara Fajar melihat berbagai fenomena budaya yang hadir dalam cerita-cerita RJL 5.
 
Ke depan, RJL 5 tetap membawa identitasnya sebagai kanal yang membahas horor, budaya, dan the untold story, dengan harapan setiap cerita tidak hanya membuat masyarakat penasaran, tetapi juga membuat mereka semakin mengenal keberagaman budaya dan kearifan lokal Indonesia.

 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(RUL)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Apresiasi Pameran Foto 'Prahara Pulau Emas', Wali Kota Medan: Foto Jurnalistik Menggugah Empati dan Menciptakan Harapan
• 15 jam lalu
0
thumb
PDIP Kirim Kapal Rumah Sakit ke NTT, Siapkan Obat-obatan Hingga Keperluan Balita
• 20 jam lalu
0
thumb
Pemkab Gayo Lues Kebut Serapan TKD Rp 24,9 M, Target Tuntas Desember
• 4 jam lalu
0
thumb
El Rumi Bantah Terlibat Pelecehan Seksual hingga Konsumsi THC Via Vape, Kuasa Hukum: Nggak Pernah Begitu
• 7 jam lalu
0
thumb
Veda Ega Pratama Dibuntuti Marc Marquez Saat Jalani Latihan, Netizen Heboh
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.