Prof Marhaen Hardjo Bakal Luncurkan Dua Buku Baru, Ditulis Habis Isya

harianfajar
6 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Akademisi dan peneliti biomedik, Prof. Dr. Marhaen Hardjo, M.Biomed., Ph.D., akan meluncurkan dua buku terbarunya. Dua buku tersebut menyasar segmen pembaca yang berbeda, yakni kalangan akademisi bidang kedokteran dan masyarakat umum. Peluncurannya pada 28 Agustus 2026.

Buku pertama berjudul “Kedokteran: Regeneratif Sel Punca dan Hati. Dasar-dasar Ilmiah, Pendekatan Klinis, dan Perspektif Masa Depan.” Buku ini mengulas perkembangan terapi regeneratif, khususnya sel punca (stem cell) dan kesehatan hati, dengan pendekatan ilmiah yang ditujukan bagi mahasiswa, dosen, peneliti, serta praktisi kesehatan.

Sementara itu, buku kedua berjudul “Ketaatan Molekuler: Manifestasi Iman dalam Sistem Pertahanan Jasad.” Buku populer ini merupakan kumpulan tulisan yang disusun selama Ramadan 2026.

“Setiap hari selama Ramadan saya menulis satu judul. Biasanya saya menulis setelah salat Isya. Bagi saya, itu waktu yang memberikan suasana batin yang baik sebelum tidur. Alhamdulillah, kemudian ada penerbit yang menawarkan untuk membukukannya,” ujar Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset, Inovasi, dan Alumni Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin periode 2026–2030 di Solusi Cafe.

Ia mengatakan, peluncuran kedua buku tersebut akan menjadi momen yang istimewa. Bahkan, lokasi dan konsep peluncurannya masih dirahasiakan dan akan menjadi kejutan bagi para undangan.

“Semakin menjadi profesor, saya justru merasa semakin produktif,” kata pria kelahiran Makassar, 12 Desember 1967 itu.

Dalam “Ketaatan Molekuler”, Prof Marhaen mengajak pembaca memahami keagungan ciptaan Tuhan melalui perspektif biologi molekuler dan ilmu kedokteran. Buku ini terdiri atas 30 seri pembahasan yang disusun mengikuti perjalanan spiritual selama Ramadan.

Melalui buku tersebut, pembaca diajak menelusuri bagaimana triliunan molekul, sel punca, hingga sistem imun bekerja secara presisi menjaga kehidupan. Menurutnya, tubuh manusia merupakan sistem biologis yang senantiasa “taat” menjalankan fungsi regenerasi, perbaikan DNA, dan pertahanan jaringan.

Selain mengulas mekanisme biologis tubuh, buku ini juga membahas berbagai inovasi kedokteran modern, seperti personalized medicine, rekayasa genetik, terapi exosome, hingga teknologi CAR T-Cell. Berbagai perkembangan ilmu pengetahuan tersebut dipadukan dengan perspektif tauhid dan etika kedokteran sehingga tetap berada dalam koridor nilai-nilai keislaman.

Prof. Marhaen juga mengaitkan sejumlah ibadah, seperti puasa Ramadan, zakat, dan tilawah Al-Qur’an, dengan konsep kesehatan biologis, termasuk mekanisme autophagy, detoksifikasi, dan pemeliharaan homeostasis tubuh.

Buku tersebut ditutup dengan refleksi bertajuk “Malu kepada Sel”, sebuah ajakan agar manusia mampu menyelaraskan akal, jiwa, dan perilakunya dengan “ketaatan” yang telah dicontohkan oleh sistem biologis tubuh.

Sementara itu, buku “Kedokteran: Regeneratif Sel Punca dan Hati” diharapkan menjadi referensi ilmiah bagi mahasiswa kedokteran, peneliti, dan praktisi kesehatan yang ingin memahami perkembangan terbaru terapi regeneratif berbasis bukti ilmiah.

Siapa Prof Marhaen?

Prof Marhaen menempuh pendidikan dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin. Ia kemudian meraih gelar Magister Biomedik di Universitas Indonesia dan menyelesaikan pendidikan Doctor of Philosophy (Ph.D.) bidang Medical Science di Okayama University, Jepang.

Sepanjang kariernya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Direktur Stem Cell Rumah Sakit Pendidikan Universitas Hasanuddin, Direktur Lembaga Riset Ikatan Dokter Indonesia, Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Indonesia Timur, serta dekan di sejumlah institusi pendidikan kesehatan.

Bidang kepakarannya meliputi biokimia, biologi molekuler, stem cell, terapi regeneratif, penyakit metabolik, nutrisi, dan kesehatan masyarakat. Ia juga aktif menghasilkan publikasi ilmiah nasional maupun internasional, menjadi pembicara, editor jurnal, reviewer, serta menginisiasi berbagai kolaborasi riset di tingkat nasional dan internasional. (*)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Berawal dari Ioniq 5 Bermasalah, Kronologi Influencer Aa Juju Cekcok dengan Sales Hyundai
• 13 jam lalu
0
thumb
Menhut Raja Juli Antoni Dorong Transformasi Konservasi Berkelanjutan dan Pembiayaan Inovatif
• 5 jam lalu
0
thumb
Molinas Berpotensi Hemat Subsidi BBM Rp82,2 Triliun hingga 2037 dan Ciptakan 215 Ribu Lapangan Kerja
• 18 jam lalu
0
thumb
Andre Rosiade Usul Bypass Bukittinggi, Solusi Polemik Tol dan Fly Over Sumbar
• 59 menit lalu
0
thumb
Kunjungan Wisatawan Mandalika Tumbuh 17 Persen, ITDC Catat 685 Ribu Pengunjung
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.