Perkuat Kapasitas Tendik, 794 Guru Lulus Program Alfamart dan Alfamidi Class

kumparan.com
51 menit lalu
Cover Berita

Alfamart dan Alfamidi Class resmi ditutup pada Kamis (20/8) lalu. Sebanyak 794 guru vokasi dan 229 sekolah yang mengikuti program ini dinyatakan lulus setelah menjalani rangkaian kegiatan penguatan link and match antara dunia pendidikan dan industri ritel nasional.

Acara penutupan dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Dr. Fajar Riza serta Human Capital Director Alfamart dan Alfamidi Tri Wasono Sunu. Acara berlangsung di Kantor Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata (Bispar), Depok, Jawa Barat.

Program yang digagas Alfamart bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ini berlangsung selama Mei-Agustus 2026. Tujuannya untuk memperkuat kompetensi guru vokasi agar semakin sesuai dengan kebutuhan dunia industri, khususnya sektor ritel.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara pendidikan vokasi dan dunia industri. Melalui kurikulum berbasis industri, para guru mendapatkan pembekalan teori sekaligus pengalaman praktik mengenai proses bisnis dan dinamika kerja di industri ritel melalui program pemagangan di Alfamart.

Program ini juga merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Alfamart dan Kemendikdasmen pada Mei 2026. Saat ini, program Alfamart dan Alfamidi Class telah mencakup 229 business center yang tersebar di 29 provinsi.

Kolaborasi Baik Dunia usaha dan Pemerintah

Wamen Dikdasmen Dr. Fajar Riza mengapresiasi kontribusi Alfamart dan Alfamidi dalam pengembangan pendidikan vokasi. Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah penting untuk meningkatkan kompetensi siswa sekaligus memperkuat kapasitas tenaga kependidikan (Tendik).

“Tadi kita dengarkan testimoni dari guru-guru yang mengikuti program ini, dan mereka memberikan apresiasi yang sangat positif. Pertama mereka mendapatkan manfaat dalam proses pemagangan ini, sehingga lebih mengetahui proses bisnis yang terjadi dan tentu memberikan nilai tambah saat mereka kembali ke sekolah masing-masing,” ujarnya.

Fajar juga mengapresiasi dukungan konsisten Alfamart dan Alfamidi yang telah menghadirkan program Alfamart Class sejak 2009.

“Kami mengapresiasi Alfamart dan Alfamidi yang konsisten memberikan dukungan terhadap dunia pendidikan vokasi kita, sehingga kita punya Tendik yang tidak hanya kompeten namun juga mempunyai pengalaman terhadap bidang-bidang keilmuan yang mereka ajarkan di sekolahnya (Alfamart dan Alfamidi Class),” tambahnya.

Ia berharap inisiasi program Alfamart dan Alfamidi Class dalam memberikan pengalaman langsung di dunia industri bagi guru-guru vokasi dapat terus berlanjut dan diperluas manfaatnya.

17 Tahun Perjalanan Alfamart Class

Sementara itu, Human Capital Director Alfamart dan Alfamidi Tri Wasono Sunu mengatakan, program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan pemahaman Tendik terhadap industri ritel. Program ini juga menjadi bagian dari sinkronisasi kebutuhan dunia usaha dengan pendidikan vokasi.

Alfamart dan Alfamidi Class terus berkembang mengikuti kebutuhan industri sejak pertama kali diluncurkan.

“Selama 17 tahun perjalanan program, Alfamart dan Alfamidi Class terus berinovasi. Tidak hanya menyediakan fasilitas pendukung pendidikan melalui business center ritel modern, tetapi juga memperkuat kapasitas Tendik agar dapat memahami dan mengimplementasikan proses bisnis ritel modern secara lebih komprehensif,” ujar Sunu.

Dari 229 business center yang tersedia, sebanyak 169 merupakan Alfamart Class dan 60 lainnya Alfamidi Class. Sementara itu, 794 guru yang mengikuti program penguatan kompetensi terdiri dari 650 guru Alfamart Class dan 144 guru Alfamidi Class.

“Komitmen Alfamart dan Alfamidi dalam mendukung sektor pendidikan akan terus kami selaraskan dengan kebutuhan dan dinamika industri yang semakin adaptif. Harapan kami, melalui penguatan kompetensi guru vokasi ini, dapat lahir lulusan yang semakin siap dan memiliki kompetensi yang relevan untuk menghadapi dunia kerja,” jelas Sunu.

Menurut Sunu, keterhubungan antara pendidikan vokasi dan dunia industri juga terlihat dari penyerapan lulusan. Dalam satu tahun terakhir, sebanyak 3.870 lulusan telah terserap menjadi karyawan, terdiri dari 3.431 lulusan yang bergabung dengan Alfamart dan 439 lulusan dengan Alfamidi.

Salah satu peserta program pemagangan, Klasina Akely dari SMKN 1 Sorong, Papua Barat Daya, mengatakan program tersebut memberikan pengalaman langsung mengenai proses bisnis industri ritel.

Selain mengikuti pelatihan secara hybrid, para peserta juga menjalani pemagangan di gerai-gerai Alfamart. Pengalaman tersebut membantu guru memahami praktik kerja di industri yang kemudian dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah.

“Setelah menjalani program magang (Alfamart Class), saya menyadari bahwa banyak pembelajaran industri yang belum diterapkan di sekolah. Contohnya seperti materi administrasi transaksi. Harapannya tahun depan ada program seperti ini agar para guru mendapat pengalaman berharga. Guru-guru di sekolah bisa langsung terjun ke dunia industri dan dapat kembali ke sekolah untuk menerapkan ilmu tersebut kepada murid sehingga mereka tidak kaget dengan dunia industri ,” jelasnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Desil 10 Dilarang Beli BBM Subsidi, Purbaya Proyeksi Hemat Anggaran hingga 10 Persen
• 11 jam lalu
0
thumb
KPK Bantah OTT di Bogor: Ada Kegiatan Lain Terkait Laporan Masyarakat
• 14 jam lalu
0
thumb
Hidup di Atas Patahan Gempa
• 4 jam lalu
0
thumb
Gibran Tinjau Posko Pengungsi Gempa NTT, Beri Peralatan Bayi dan Trauma Healing
• 22 jam lalu
0
thumb
Prajurit TNI AL Jadi Korban Pengeroyokan di Jaktim, Satu Pelaku Ditangkap, Begini Kronologinya
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.