REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tabungan haji PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) tumbuh 23,8 persen secara tahunan pada semester I 2026. Jumlah rekening tabungan haji BSI mencapai 7,69 juta hingga Juni 2026.
Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo mengatakan pertumbuhan tabungan haji menjadi salah satu pendorong pertumbuhan dana murah BSI. Menurut dia, semakin banyak nasabah yang menggunakan rekening BSI untuk kebutuhan haji dan umrah.
Baca Juga
BPKH: BPIH 2027 Perlu Jaga Keadilan Jamaah dan Keberlanjutan Dana Haji
BPKH Beberkan Simulasi Dana Haji Jika BPIH 2027 Dikabulkan: Ada Selisih Minus Rp6,87 T
Kemenhaj Cek 400 Ribu Data Antrean Haji yang Berisiko tak Valid
“Tabungan kita tumbuh dengan sangat baik, tumbuh lebih dari 22 persen di berbagai macam produk tabungan kami, baik tabungan wadiah maupun non-wadiah itu tumbuh double digit semuanya,” kata Ade dalam pemaparan kinerja BSI Kuartal II 2026, Jumat (21/8/2026).
Secara khusus, tabungan haji dan umrah mencapai 7,69 juta rekening dengan pertumbuhan 23,8 persen. Dana yang dihimpun dari ekosistem haji dan umrah tersebut mencapai Rp 16,7 triliun atau tumbuh 17,2 persen secara tahunan.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ade mengatakan pertumbuhan tabungan haji juga menjadi bagian dari strategi BSI memperkuat dana murah. Hingga Juni 2026, dana pihak ketiga (DPK) BSI tumbuh 21,81 persen menjadi Rp393 triliun.
Pertumbuhan DPK tersebut terutama ditopang tabungan yang mencapai Rp 173 triliun atau tumbuh 22,32 persen. Kondisi tersebut turut membantu BSI menekan biaya dana (cost of fund/CoF) menjadi 2,19 persen.
“Pertumbuhan tabungan ini pada akhirnya berdampak terhadap perbaikan struktur biaya dana kita. Kita bisa lihat bahwa di tengah likuiditas yang ketat, persaingan likuiditas, alhamdulillah BSI bisa mencapai level Cost of Fund 2,19 persen,” ujar Ade.
Selain tabungan haji, pertumbuhan nasabah juga didorong produk payroll dan layanan berbasis emas. Hingga semester I 2026, jumlah nasabah BSI mencapai 24,3 juta orang.
Jumlah nasabah produk emas juga terus meningkat. Tabungan emas telah digunakan lebih dari 1,2 juta nasabah, sedangkan nasabah gadai emas mencapai lebih dari 200 ribu dan cicil emas sekitar 600 ribu. Pertumbuhan tersebut ikut memperkuat kinerja BSI pada semester I 2026. Perseroan membukukan laba bersih Rp 4,16 triliun, tumbuh 11,08 persen secara tahunan.
Komentar (0)