JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat melaporkan kementeriannya telah mengirimkan 100 unit tenda darurat untuk kepentingan pendidikan di wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT).
Atip mengatakan tenda-tenda ini akan digunakan untuk membuka kelas darurat di NTT sehingga peserta didik dapat melanjutkan kegiatan belajar-mengajar pascagempa.
Wamendikdasmen mengungkapkan, gempa M 7,7 di NTT pada Sabtu (15/8) lalu berdampak pada 1.378 satuan pendidikan yang meliputi 177.678 siswa dan 21.166 guru serta tenaga pendidikan.
Baca Juga: Wamendikdasmen: 177.678 Siswa Terdampak Gempa NTT, 502 Sekolah Rusak Berat
Sebanyak 502 sekolah disebutnya rusak berat yang tersebar di tujuh kabupaten. Terdapat 5.521 ruang kelas yang rusak akibat gempa.
"Kemendikdasmen telah menerbitkan panduan pembelajaran di masa darurat, fleksibilitas moda dan materi, penekanan pada materi esensial, numerasi dasar, dan dukungan psikososial," kata Atip dalam konferensi pers virtual BNPB, Kamis (20/8).
"Selanjutnya penyiapan ruang kelas darurat bertahap untuk sekolah yang rusak berat. Saat ini, kami sedang mendistribusikan 100 tenda ruang kelas yang diharapkan bisa mulai digunakan minggu depan untuk belajar anak."
Atip menambahkan, Kemendikdasmen memberikan pendampingan psikososial bagi siswa dan guru bekerja sama dengan himpunan psikologi, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), dan mitra kampus.
Pemerintah juga disebutnya telah menyiapkan bantuan berupa 5.000 school kit, 1.500 family kit, 3.196 papan tulis, serta 123.522 buku bagi peserta didik di NTT.
Baca Juga: Update Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah jadi 75 Jiwa, Jumlah Pengungsi Hampir 100 Ribu Orang
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- gempa ntt
- sekolah terdampak gempa
- kemendikdasmen
- kelas darurat
- tenda darurat
- ntt






Komentar (0)