JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) baru muncul di beberapa wilayah di Kalimantan.
Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, Jumat (21/8/2026).
“Hingga Jumat (21/8), beberapa kejadian karhutla baru masih muncul di beberapa wilayah di Pulau Kalimantan,” kata dia dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: [FULL] Kabut Asap Selimuti Kalimantan, BMKG Waspadai Sejumlah Titik Panas-Karhutla | Sapa Pagi
“Di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, titik karhutla kembali muncul di Kecamatan Tanah Grogot, Kecamatan Batu Sopang, dan Kecamatan Batu Engau.”
Ia menuturkan, pada Rabu (19/8) juga terjadi karhutla di taman konservasi dengan material lahan berupa semak belukar dan gambut. Luas lahan terbakar mencapai 25,29 hektare.
Sebagai respons atas kejadian itu, lanjut Berton, BPBD Kabupaten Paser segera menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman api melalui darat, serta pemantauan setelah pemadaman.
“Wilayah lain di Kalimantan Timur yang juga mengalami karhutla yang cukup masif yakni di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Menurutnya, pada Rabu (19/8), karhutla terjadi di beberapa wilayah, yakni di Desa Loa Gagak Kecamatan Loa Kulu, Kelurahan Spontan Mangkurawang Kecamatan Tenggarong, Kelurahan Pendingin Kecamatan Sanga-Sanga, Desa Kayu Bata Kecamatan Muara Muntai, Kelurahan Muara Kembang Kecamatan Muara Jawa, serta Desa Kota Bangun Hulu Kecamatan Kota Bangun.
Total luas lahan terbakar pada hari tersebut mencapai 49,55 hektare, dengan lahan terbakar paling luas berada di Kelurahan Pendingin seluas 42 hektare.
“Secara visual pada Kamis (20/8) api telah berhasil dipadamkan di seluruh lokasi, kecuali di Kelurahan Pendingin. Di lokasi tersebut, dari pantauan drone masih terlihat 6-7 titik api,” tuturnya.
“Penanganan karhutla di Pulau Kalimantan masih menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Selain penguatan satgas darat, BNPB juga melakukan penguatan penanganan karhutla melalui satgas udara di 6 provinsi prioritas.”
Berton menjelaskan, hingga Jumat (21/8) penguatan satgas udara telah di lakukan di 6 provinsi prioritas.
Penanganan karhutla wilayah Riau, BNPB menurunkan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit heli untuk operasi modifikasi cuaca, dan 5 unit heli untuk water bombing.
Di Provinsi Jambi diturunkan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit untuk operasi modifikasi cuaca, dan 2 unit heli untuk water bombing.
Selanjutnya di Sumatera Selatan, BNPB menurukan 1 unit heli untuk patroli udara, 1 unit untuk operasi modifikasi cuaca (OMC), dan 7 unit heli untuk melakukan water bombing.
Sementara di Kalimantan Selatan, BNPB mengoperasikan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit untuk OMC, dan 3 unit untuk water bombing.
Baca Juga: Api Karhutla di Sambas Meluas, Asap Mendekati Perbatasan Indonesia-Malaysia | KOMPAS PAGI
“Di Kalimantan Tengah, 1 unit heli difungsikan untuk patroli, 1 unit untuk OMC, dan 4 lainnya untuk operasi pemadaman udara atau water bombing,” ujarnya.
“Dan terakhir di Kalimantan Barat, BNPB mengoperasikan 2 unit heli untuk patroli, 1 unit untuk operasi modifikasi cuaca, dan 5 unit untuk water bombing.”
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- badan nasional penanggulangan bencana
- bnpb
- kebakaran hutan dan lahan
- karhutla
- titik karhutla






Komentar (0)