Baru-baru ini, seorang influencer perempuan asal Tiongkok dengan lebih dari satu juta pengikut membuat keributan di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Ia bertelanjang kaki dan berteriak-teriak keras di aula bandara, bahkan meneriakkan kalimat seperti “Mau menyerah atau tidak?” serta melontarkan sejumlah pernyataan ekstrem. Setelah video terkait beredar, kejadian tersebut memicu perbincangan luas di internet.
EtIndonesia.com Pada 18 Agustus, seorang pengguna media sosial mengunggah video yang memperlihatkan seorang perempuan Tiongkok tiba-tiba kehilangan kendali emosinya di Terminal 1 Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA T1). Ia berlari tanpa alas kaki, bernyanyi dan menari, kemudian berdiri di tengah aula bandara sambil berteriak-teriak keras. Banyak penumpang yang berada di lokasi berhenti untuk melihat dan membicarakannya.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 pada 18 Agustus. Menurut saksi mata, awalnya perempuan tersebut sedang memegang telepon dan melakukan siaran langsung melalui Douyin (TikTok). Kemudian, seorang pria yang diduga mengenalnya menghampiri, mengambil teleponnya, dan berusaha membawanya meninggalkan lokasi.
Setelah teleponnya diambil, perempuan tersebut semakin kehilangan kendali. Ia terus berteriak-teriak tanpa alas kaki di aula bandara. Satu tangannya diangkat ke atas sementara tangan lainnya bertolak pinggang. Ia berulang kali meneriakkan:
“Singapura mau menyerah atau tidak? Jepang mau menyerah atau tidak? Malaysia mau menyerah atau tidak?……”
Perempuan tersebut juga menunjuk para penumpang di sekitarnya sambil berteriak: “Kalian semua tidak punya telepon, kan? Kalian semua tidak melakukan siaran langsung, kan? Kalian semua bukan orang Tiongkok, kan?”
Kemudian ia melontarkan pernyataan ekstrem: “Kalau saya mati di Malaysia, kita semua mati bersama!”
Setelah itu, ia menunjuk para penumpang dan terus mendesak mereka dengan pertanyaan, “Mau menyerah atau tidak?”
Menurut seorang saksi mata yang mengunggah informasi tersebut, petugas bandara membutuhkan waktu sekitar 15 menit untuk membawa perempuan itu meninggalkan lokasi.
Ada warganet yang menduga perempuan tersebut adalah influencer Douyin bernama “Shi Ni De Ge Ge” (是你的格格), yang memiliki lebih dari 1,2 juta pengikut. Nama aslinya disebut Zeng X Qing, lahir pada 1999 dan berasal dari Provinsi Hunan. Perilakunya yang tidak biasa tersebut memicu perdebatan dan kritik di internet.
Menurut laporan Sin Chew Daily, Asisten Komisaris Ravie, kepala kepolisian distrik Bandara Internasional Kuala Lumpur, mengatakan pada 19 Agustus bahwa polisi menerima laporan mengenai kejadian tersebut pada pukul 13.19 tanggal 18 Agustus.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa perempuan tersebut memiliki penyakit tertentu dan perlu mengonsumsi obat secara teratur. Ia datang ke Malaysia bersama teman-temannya pada 6 Agustus dan semula dijadwalkan kembali ke Tiongkok pada 18 Agustus. Namun, pada hari kejadian, ia diduga lupa mengkonsumsi obatnya sehingga kemudian menunjukkan perilaku tidak terkendali.
Ia mengatakan bahwa penyelidikan polisi memastikan perempuan tersebut bukan pengguna narkoba. Saat ini, ia telah dibawa ke Rumah Sakit Kajang dan ditempatkan di bangsal psikiatri untuk menjalani pemeriksaan serta perawatan lebih lanjut. Kondisinya dilaporkan stabil.
Polisi juga telah memberitahukan kejadian tersebut kepada Kedutaan Besar Tiongkok di Malaysia dan menghimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan kepanikan di bandara maupun tempat umum lainnya.
Sejumlah Kasus Keributan Wisatawan Tiongkok di BandaraDalam beberapa tahun terakhir, kasus wisatawan asal Tiongkok yang membuat keributan di bandara atau pesawat dilaporkan beberapa kali terjadi.
Pada 16 Mei tahun ini, di Bandara Internasional Kuala Lumpur, seorang perempuan Tiongkok memasuki area terlarang di zona keberangkatan tanpa memiliki tiket. Ia dihentikan petugas keamanan bandara, tetapi tidak kooperatif saat diperiksa. Ia sempat berteriak dan bahkan berbaring di lantai sambil membuat ulah. Pada akhirnya, empat polisi Malaysia harus mengangkat dan membawanya pergi.
Sebelumnya, terjadi pula insiden seorang pria Tiongkok membuat keributan di bandara Bangkok. Menurut surat kabar Thailand The Nation, pada sore 13 Mei, seorang pria Tiongkok di Bandara Suvarnabhumi Bangkok diduga merusak mesin pemeriksaan paspor otomatis dan menghina petugas imigrasi Thailand.
Pria tersebut kemudian ditangkap. Otoritas Thailand mendakwanya dengan tuduhan perusakan properti secara pidana, menuntut ganti rugi sebesar 450.000 baht (sekitar 100.000 yuan) atas mesin yang dirusaknya, serta memasukkannya ke dalam daftar hitam sehingga dilarang memasuki Thailand seumur hidup.
Pada dini hari 22 April, dalam penerbangan AirAsia dari Chongqing menuju Kuala Lumpur, seorang penumpang perempuan asal Tiongkok menjadi emosional karena rekannya belum naik ke pesawat. Ia terus berbicara dengan suara keras di dalam kabin sehingga mengganggu penumpang lain.
Seorang penumpang Malaysia yang duduk di sebelahnya meminta agar ia menurunkan volume suaranya. Namun, perempuan tersebut membalas dengan keras sehingga keduanya terlibat pertengkaran.
Karena perselisihan terus berlanjut dan sulit diredakan, awak pesawat akhirnya memanggil polisi. Setelah polisi naik ke pesawat, perempuan tersebut dibawa keluar. Insiden itu menyebabkan penerbangan mengalami keterlambatan.






Komentar (0)