Trump Bertemu Para Raksasa Fintech: AS Ingin Memimpin Dunia dalam AI dan Mata Uang Kripto

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia.com  Presiden Amerika Serikat  Donald Trump pada Rabu (19 Agustus) bertemu dengan para pemimpin industri keuangan dan teknologi Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa AS harus tetap menjadi pemimpin global dalam bidang mata uang kripto, kecerdasan buatan (AI), dan berbagai teknologi lainnya.

Trump berjanji akan membangun kerangka regulasi yang lebih jelas untuk mendorong perkembangan industri. Pada saat yang sama, Presiden Trump kembali menyerukan penurunan suku bunga, karena menilai tingginya suku bunga sedang membebani perekonomian AS.

Pada hari yang sama, Trump juga secara langsung mengajak rombongan wartawan mengunjungi helipad baru di Gedung Putih yang hampir selesai dibangun.

Berikut laporan wartawan New Tang Dynasty di Gedung Putih, Tao Ming dan Ren Hao.

Tao Ming, wartawan New Tang Dynasty di Gedung Putih:  “Pada Rabu, Presiden AS Donald Trump mengundang para pemimpin teknologi dari sektor keuangan serta kepala badan regulator ke Gedung Putih. Ia berjanji akan menetapkan aturan yang lebih jelas bagi industri tersebut agar perusahaan-perusahaan dapat berkembang pesat di Amerika Serikat.

“Yang sangat penting adalah memastikan Amerika Serikat menjadi pemimpin dunia dalam bidang kecerdasan buatan dan mata uang digital.”

Presiden Donald Trump:  “Kami memastikan Amerika Serikat terus mempertahankan posisi terdepan yang tidak terbantahkan, bukan hanya dalam Bitcoin dan mata uang kripto, tetapi juga dalam pasar prediksi, kecerdasan buatan, dan berbagai bidang teknologi lainnya.”

Trump mengatakan bahwa untuk mempertahankan posisi terdepan AS, pemerintah perlu menciptakan kerangka regulasi yang jelas bagi industri sehingga perusahaan dapat menjalankan bisnisnya di Amerika Serikat dengan penuh keyakinan.

Menurut Trump, saat ini AS berada jauh di depan negara-negara lain dalam berbagai bidang.

Trump:  “Kami jauh lebih unggul dibandingkan negara yang berada di posisi kedua. Negara di posisi kedua adalah Tiongkok. Saya tidak akan pernah meremehkan Tiongkok, tetapi untuk saat ini, kami jauh berada di depan.”

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Commodity Futures Trading Commission (CFTC), Ketua Securities and Exchange Commission (SEC), Ketua New York Stock Exchange, serta para pimpinan perusahaan besar di industri mata uang digital turut berbicara.

Mereka menyampaikan apresiasi kepada Trump atas berbagai kebijakan yang telah diberlakukan selama satu setengah tahun terakhir, termasuk “GENIUS Act”, yang menurut mereka telah memberikan aturan yang lebih jelas bagi industri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pasar sekuritas AS.

Pemerintah saat ini juga sedang mendorong “Transparency Act”, yang akan menyediakan jalur pembiayaan dan penerbitan yang lebih jelas bagi mata uang digital.

Trump Kembali Menyerukan Penurunan Suku Bunga

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Trump kembali menyerukan penurunan suku bunga.

Trump:  “Kita (Amerika Serikat) seharusnya membayar suku bunga paling rendah. Tahukah Anda, setiap satu poin suku bunga dapat berdampak hingga 600 miliar dolar terhadap GDP.”

Trump mengatakan bahwa semakin kuat perekonomian suatu negara, seharusnya semakin rendah pula suku bunga acuannya.

Menurutnya, tingginya suku bunga selama satu setengah tahun terakhir telah menyebabkan pertumbuhan GDP AS berkurang secara signifikan.

Trump Tunjukkan Helipad Baru di Gedung Putih

Pada Rabu, Trump juga meluangkan waktu untuk memimpin rombongan wartawan Gedung Putih mengunjungi helipad baru yang hampir selesai dibangun.

Trump:  “Ini adalah helipad kelas atas. Helipad ini dapat digunakan oleh helikopter apa pun di dunia untuk mendarat, tidak peduli seberapa besar, kuat, atau bertenaganya helikopter tersebut.”

Ia mengatakan bahwa ketika helikopter lepas landas atau mendarat, hembusan baling-baling dapat merusak rumput di sekitar lokasi.

Menurut Trump, selama lebih dari 50 tahun, para presiden AS sebelumnya tidak berhasil menemukan solusi untuk membangun helipad di Gedung Putih. Kini, keinginan tersebut akhirnya dapat terwujud.

Tarif 50% terhadap Kanada Ditunda

Mengenai tarif 50% terhadap Kanada yang semula dijadwalkan mulai berlaku pada Rabu, penerapannya ditunda selama tiga hari.

Trump menjelaskan bahwa AS dan Kanada mencapai kesepakatan pada saat-saat terakhir dan hanya tinggal menyelesaikan beberapa dokumen.

Menurut Trump, perjanjian baru tersebut akan memberikan manfaat bagi petani dan sektor manufaktur Amerika Serikat.

Trump:  “Pada dasarnya, produk yang kami ekspor ke Kanada tidak lagi perlu membayar tarif apa pun.”


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Eks Kadisdik Tebing Tinggi Divonis 7,5 Tahun Penjara Terkait Korupsi Smartboard
• 17 jam lalu
0
thumb
Four Points by Sheraton Makassar Angkat Kuliner Sulawesi Lewat Loka Rasa 2026
• 7 jam lalu
0
thumb
Shin Tae-yong Yakin Permasalahan di Lini Depan Persija Bisa Diatasi dengan Kehadiran Alexander Jeremejeff
• 35 menit lalu
0
thumb
PLN Pastikan Sistem Pembangkitan Flores Kembali Normal Pascagempa
• 13 jam lalu
0
thumb
Aliyah Mustika Ilham Terpilih Aklamasi, Pimpin ASITA Sulsel Periode 2026–2031
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.