Pemerintah Tambah Armada Udara untuk Atasi Karhutla Kalimantan

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pemerintah menambah armada udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan.

Atasi Karhutla Kalimantan, Pemerintah Tambah Armada Udara

IDXChannel - Pemerintah menambah armada udara untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi mengatakan, di Kalimantan Tengah armada udara yang terdiri atas helikopter patroli, pesawat patroli fixed wing, dan helikopter water bombing diturunkan. 

Baca Juga:
Karhutla di Kalteng Capai 46 Kejadian, 148,71 Hektare Hutan Terbakar

"Operasi udara mendukung satuan tugas darat, terutama untuk menjangkau titik api yang sulit atau tidak dapat diakses melalui jalur darat," kata Ristianto, Jumat (21/8/2026).

Dia menambahkan, Kementerian Kehutanan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni telah berkoordinasi langsung dengan Kepala BNPB untuk menambah dukungan armada udara bagi operasi water bombing di Kalimantan Tengah.

Baca Juga:
Karhutla Melanda, BNPB Perkuat Satgas Udara dan Water Bombing di 6 Provinsi Prioritas

“Penambahan armada diharapkan meningkatkan jangkauan operasi, khususnya pada lokasi yang sulit diakses dan membutuhkan pembasahan dari udara. Namun, pengerahan armada tetap harus mempertimbangkan jarak pandang, kondisi asap, cuaca, serta standar keselamatan penerbangan,” kata dia.

Baca Juga:
12.880 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla di Kalimantan

Pekatnya asap dalam dua hari terakhir menjadi tantangan bagi operasi udara, terutama di sekitar Jabiren dan Tanjung Taruna hingga kawasan Taman Nasional Sebangau. Asap yang terlalu pekat membatasi pandangan pilot terhadap sasaran dan jalur penerbangan. 

“Dalam kondisi jarak pandang yang tidak memenuhi standar keselamatan, helikopter tidak dapat dipaksakan menjangkau lokasi pemadaman,” katanya.

Keterbatasan operasi udara tidak berarti penanganan berhenti. Ketika pertumbuhan awan belum mendukung OMC atau jarak pandang belum aman untuk water bombing, satuan tugas darat tetap melakukan pemadaman, penyekatan, pembasahan, pendinginan, dan penjagaan lokasi rawan. 

“Strategi operasi terus disesuaikan berdasarkan kondisi aktual di lapangan,” katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
1.487 Titik Panas dengan Potensi Kebakaran Kepung Kalimantan
• 2 jam lalu
0
thumb
Rayakan Hari Jadi ke-397, Pemkab Kebumen Siapkan 3.000 Porsi Nasi Tempelang Gratis untuk Warga
• 10 jam lalu
0
thumb
Jabar Tapaki Usia 81 Tahun, Layanan bagi Masyarakat Semakin Maksimal
• 9 jam lalu
0
thumb
Jajaran Rektorat Unsoed Terjaring OTT KPK, Rektor hingga Dua Warek Ditangkap
• 9 jam lalu
0
thumb
Pengamat: Ambil Alih Saham WIKA di PSBI Mesti Transparan
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.