Harga CPO Tembus Level Tertinggi sejak Desember 2024

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Harga minyak sawit mentah (CPO) melanjutkan penguatan pada Jumat (21/8/2026) dan mencapai level tertinggi sejak Desember 2024.

Harga CPO Tembus Level Tertinggi sejak Desember 2024. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Harga minyak sawit mentah (CPO) melanjutkan penguatan pada Jumat (21/8/2026) dan mencapai level tertinggi sejak Desember 2024.

Kontrak berjangka CPO di Bursa Malaysia Derivatives naik 1,19 persen menjadi 5.020 ringgit Malaysia per ton hingga pukul 15.06 WIB.

Baca Juga:
Protelindo Perpanjang Tender Offer Saham SUPR hingga Akhir September

Harga CPO juga berpotensi membukukan kenaikan mingguan terbesar dalam 24 pekan, dengan penguatan 6,6 persen sepanjang pekan ini. Kenaikan tersebut menjadi penguatan mingguan ketiga secara berturut-turut.

Mengutip Trading Economics, reli harga CPO didukung penguatan harga minyak nabati di Bursa Dalian.

Baca Juga:
Uang Beredar Tembus Rp10.371 Triliun pada Juli 2026

Di Indonesia sebagai produsen CPO terbesar dunia, pembelian juga meningkat menjelang penerapan penuh mandat biodiesel B50 pada Oktober mendatang.

Perkembangan El Niño turut memicu kekhawatiran terhadap kondisi yang semakin kering dan berpotensi menekan produksi kelapa sawit di Indonesia dan Malaysia.

Baca Juga:
Karhutla Melanda, BNPB Perkuat Satgas Udara dan Water Bombing di 6 Provinsi Prioritas

Namun, ruang penguatan harga CPO masih terbatas karena pasokan yang melimpah. Persediaan minyak sawit Malaysia meningkat ke level tertinggi dalam lima bulan pada Juli 2026.

Risiko terhadap permintaan juga membayangi pasar. Kilang minyak nabati di India berpotensi memilih minyak kedelai yang lebih murah, dengan impor diperkirakan mencapai rekor pada Agustus.

Di sisi ekspor, survei kargo menunjukkan pengiriman minyak sawit Malaysia sepanjang 1-20 Agustus turun 5,5-13,2 persen dibandingkan periode yang sama pada Juli. Kondisi tersebut menunjukkan momentum ekspor yang masih lemah.

Melansir dari Reuters, Intertek Testing Services memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia pada 1-20 Agustus turun 13,2 persen dibandingkan periode yang sama pada Juli.

Sementara itu, perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia memperkirakan penurunan sebesar 5,5 persen.

Meski demikian, harga CPO Malaysia diperkirakan tetap bertahan di atas 4.600 ringgit Malaysia per ton pada September 2026.

Malaysian Palm Oil Council menilai harga masih mendapat dukungan dari pengetatan pasokan serta gangguan terhadap arus perdagangan global. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
IHSG Lanjutkan Reli, Sesi I Menguat 0,52% ke Level 6.535
• 7 jam lalu
0
thumb
[FULL] BNPB-Relawan Fokus Percepat Distribusi Bantuan Korban Gempa NTT | SAPA PAGI
• 7 jam lalu
0
thumb
Persib Akui Masih Punya PR Sebelum Tempur di Playoff AFC Champions League Two 2026/2027
• 5 jam lalu
0
thumb
Panen Bawang Merah Bantul Tembus 4.000 Ton, Pendapatan Petani Diperkirakan Capai Rp72 Miliar
• 15 jam lalu
0
thumb
Dinkes Sulsel Jadi Pemateri Orientasi Kader Posyandu Tentang Implementasi Pencatatan dan Pelaporan di Jeneponto
• 47 menit lalu
0
Berhasil disimpan.