Pantau Progres Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera, Kasatgas Tito Terus Pastikan Kementerian-Pemda Bergerak

tvonenews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, terus mengawal perkembangan penanganan di wilayah tersebut. 

Tito mengimbau kementerian/lembaga (K/L) serta pemerintah daerah (Pemda) untuk segera mengeksekusi program-program rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah direncanakan guna mempercepat pemulihan pascabencana.

Penegasan itu disampaikan Tito dalam Rapat Internal terkait Update Data Bencana Sumatera di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Jumat (21/8). 

Dalam rapat tersebut, Tito mengevaluasi perkembangan penyaluran anggaran rehab-rekon sekaligus mendorong percepatan pencairan anggaran bagi sejumlah K/L yang masih dalam proses.

Tito menyebut sejumlah K/L telah menerima anggaran dan mulai bergerak. K/L tersebut di antaranya Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Kementerian Pertanian, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Sosial. 

“Yang dibutuhkan masyarakat saat ini di sana itu jelas, nomor satu adalah masalah jalan. Jalan-jalan yang rusak, jembatan rusak. Saya bersyukur bahwa Menteri PU sudah turun anggarannya,” ujar Tito.

Selain infrastruktur, Tito menyoroti kebutuhan pemulihan sekolah, lahan pertanian, bantuan sosial, tambak dan usaha perikanan, madrasah, pesantren, serta rumah ibadah. 

Ia juga meminta perhatian terhadap sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang banyak terdampak karena rusaknya warung atau unit usahanya.

Untuk anggaran yang telah tersedia, Tito meminta jajaran Satgas memastikan pelaksanaan programnya tidak ditunda. 

Sementara untuk anggaran yang masih berproses, ia meminta pihak terkait agar mengoordinasikannya dengan Kementerian Keuangan sehingga dapat segera disalurkan.

Tito juga meminta Satgas melakukan pemantauan langsung ke daerah secara berkala. 

Selain mengecek pekerjaan rehab-rekon, ia meminta Satgas mengidentifikasi persoalan di lapangan, termasuk kebutuhan masyarakat yang belum masuk dalam program awal.

Menurutnya, pemantauan juga perlu dilakukan terhadap realisasi tambahan anggaran yang telah diberikan kepada Pemda. 

Dana tersebut harus benar-benar dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak. 

“Jadi selain pusat juga bekerja K/L yang sudah turun, daerah yang sudah dapat uang ini juga bergerak,” ujarnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Permata Bank Syariah dan DT Peduli Bangun Delapan Huntap di Bireuen
• 10 jam lalu
0
thumb
Kronologi Ruben Onsu Jadi Tersangka Penipuan dan Penggelapan, dari Iming-iming Investasi hingga Dilaporkan Sejak 2025
• 7 jam lalu
0
thumb
Jarak Pandang Terganggu Asap Karhutla, Jadwal Penerbangan di Kalimantan Barat Lumpuh
• 2 jam lalu
0
thumb
Blak-blakan Soal Kebutuhan Batin di Usia 54 Tahun, Yuni Shara Bilang Begini
• 2 jam lalu
0
thumb
OTT Rektor Unsoed, KPK Amankan Ratusan Juta
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.