Grid.ID - Ruben Onsu tengah menghadapi kasus hukum dan ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang mengungkapkan kronologi bisnis sang klien hingga akhir ditetapkan sebagai tersangka.
Menurut Minola Sebayang, hal itu berawal dari Ruben Onsu yang membutuhkan uang. Saat itu, Ruben Onsu pun melakukan peminjaman uang.
“Ruben bercerita masalah itu berawal dari Ruben butuh uang, ya. Butuh uang, dia butuh pinjaman, maka dia pinjam uang. Jadi awalnya itu adalah pinjaman,” kata Minola Sebayang kepada awak media melalui Zoom Meeting, Jumat (21/8/2026).
Dari peminjaman uang tersebut, tercetus ide untuk melakukan kerja sama bisnis. Dimana dalam bisnis tersebut, Ruben Onsu memiliki kewajiban dan hak.
“Namun ada usulan atau ide, bagaimana kalau misalnya kemudian juga ada kerja sama, ya, kerja sama dalam kegiatan atau pekerjaan yang dilakukan oleh pihak yang memberikan pinjaman ini,” lanjut Minola Sebayang.
“Dan nanti bisa diperhitungkan berapa kewajiban Ruben dan berapa haknya Ruben jika kerja sama itu berjalan,” lanjutnya.
Minola Sebayang menyebut Ruben Onsu beberapa kali melakukan kegiatan terkait kerja sama tersebut. Akan tetapi akhirnya kerja sama tersebut tak dilanjutkan Ruben dan pemilik modal.
“Ruben sempat melakukan dua kegiatan terkait dengan masalah pekerjaan itu. Namun kemudian pekerjaan dan kerja sama itu menurut Ruben tidak diteruskan, dan kemudian beban kewajiban hutang itu lalu diminta untuk dikembalikan secara sekaligus, ya,” lanjutnya.
Menurut Minola Sebayang, usai perceraian dengan Sarwendah pada 2024, Ruben Onsu meminjam uang tersebut di tahun 2025. Menurutnya saat itu Ruben Onsu menghadapi berbagai peristiwa.
“Juni 2024 Ruben baru berpisah, baru bercerai, dan kemudian di 2024 hingga 2025, ketika Ruben itu pinjam uang itu, banyak peristiwa-peristiwa yang dialami oleh Ruben, ya,” terangnya.
Menurut Minola Sebayang, saat itu Ruben Onsu dihadapkan dengan masalah keuangan. Salah satu masalah keuangan yang dihadapi Ruben Onsu yaitu terkait masalah rumah.
“Terkait dengan masalah keuangan yang cukup besar gitu ya. Pertama tentu adalah biaya-biaya untuk rumah, ya Ruben bilang seperti itu. Kemudian biaya-biaya nafkah yang kita tahu ya, tidak kecil yang harus disiapkan oleh Ruben,” ujarnya.
“Belum lagi cicilan-cicilan yang perlu diselesaikan. Termasuk gaji karyawan gitu ya,” imbuhnya.
Selain itu, menurut Minola Sebayang terdapat seorang karyawan Ruben Onsu yang berlaku curang. Tindakan tersebut membuat usaha Ruben Onsu tak berjalan baik.
“Ada satu peristiwa juga yang membuat perusahaan Ruben tidak berjalan dengan baik karena ada kecurangan yang dilakukan oleh orang yang dia percaya,” ujarnya.
“Itu membuat Ruben banyak mengalami kerugian, ya. Banyak mengalami kerugian, Ruben dikhianati oleh orang yang dia percaya gitu ya. Jadi ada pembobolan kartu kredit Ruben yang dipercayakan kepadanya, kemudian ada pencurian aset-aset dan data yang kalau menurut perhitungan Ruben, kerugian itu hampir mencapai Rp100 miliar gitu ya. Karena banyak yang hilang aset-aset perusahaan Ruben yang dilakukan oleh orang kepercayaannya ini,” tutupnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ruben Onsu dilaporkan oleh seseorang berinisial P atas kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Saat ini, kasus tersebut berjalan di Polres Jakarta Selatan.(*)
Artikel Asli





Komentar (0)