Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

tvonenews.com
3 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Sumatera Utara sebagai jembatan bagi wirausaha hasil inkubasi untuk mengakses pembiayaan, pasar, teknologi, perizinan, sertifikasi, serta kemitraan usaha.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, Bursa Wirausaha Unggulan bukan sekadar seminar atau pameran, melainkan bagian dari proses berkelanjutan untuk memastikan wirausaha yang telah memperoleh pelatihan, pendampingan, dan inkubasi dapat mengembangkan usahanya secara produktif dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan tersebut, produk dan usaha yang telah dipersiapkan dalam proses inkubasi dipertemukan dengan calon pembeli, lembaga pembiayaan, mitra usaha, penyedia teknologi, hingga jejaring pemasaran dan logistik.

“Kita mencoba menjadikan lembaga-lembaga inkubasi ini untuk menyiapkan sekitar 500 UMKM agar mendapatkan pembinaan dan pemberdayaan secara komprehensif, mulai dari perizinan, legalisasi, teknologi, peningkatan produksi, pelatihan, hingga akses pemasaran,” kata Menteri Maman dalam Bursa Wirausaha Unggulan Provinsi Sumatera Utara di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Kamis (20/8).

Menurut Menteri Maman, Kementerian UMKM juga mengoptimalkan keberadaan lembaga inkubasi di dalam maupun di luar kampus untuk memperluas jangkauan pendampingan terhadap sekitar 57 juta UMKM di Indonesia. Di Sumatera Utara, terdapat 17 lembaga inkubator yang berpotensi menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem kewirausahaan daerah.

Penguatan ekosistem tersebut dilakukan melalui tiga tahapan yang saling terhubung. Tahap pertama adalah memperkuat fondasi usaha melalui inkubasi, pendampingan, dan PRO-KESRA Produktif. Tahap kedua membuka akses pertumbuhan melalui Bursa Wirausaha Unggulan. Selanjutnya, keberlanjutan pendampingan pascainkubasi diperkuat melalui SAPA UMKM.

“PRO-KESRA Produktif kita siapkan untuk menyeragamkan kurikulum dan kebijakan, termasuk pembiayaan serta pembinaan dan pelatihan antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota agar lebih terukur dan tepat sasaran. Targetnya, sesuai arahan Presiden, sekitar 10 juta wirausaha dan pekerja,” ungkap Menteri Maman.

Pada tahap berikutnya, Bursa Wirausaha Unggulan menghadirkan business matching agar wirausaha yang telah siap dapat bertemu langsung dengan calon mitra dan memperoleh akses terhadap pembiayaan serta pasar.

Menteri Maman menekankan bahwa keberhasilan program kewirausahaan tidak cukup diukur dari banyaknya peserta atau produk yang dipamerkan. Ukuran yang lebih penting adalah tindak lanjut yang dihasilkan, baik berupa pembiayaan, transaksi, kemitraan, pembukaan pasar baru, maupun peningkatan skala usaha.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
SDN Setono Ditutup, Dindik Ponorogo Ungkap Alasan dan Nasib 6 Siswa
• 2 jam lalu
0
thumb
Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK
• 5 jam lalu
0
thumb
Penghuni Kos di Sleman Timbun Sampah di Kamarnya, Ada Air Kencing, Pemilik Kaget
• 12 jam lalu
0
thumb
Dedi Mulyadi Soal Kunjungan ke NTT: Prinsip Orang Kesusahan, Ditengok Saja Sudah Menjadi Kebahagiaan
• 12 jam lalu
0
thumb
Harga Bawang dan Telur Ayam Kompak Turun, Cek Daftar Lengkapnya
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.