China Ramai-ramai Bikin Baterai Mobil Listrik Super

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

China, VIVA – Persaingan mobil listrik di China ternyata bukan cuma soal siapa yang punya desain paling menarik atau jarak tempuh paling jauh. Di balik layar, para produsen baterai sedang berlomba mengembangkan teknologi yang bisa mengubah masa depan kendaraan listrik.

Salah satu yang kini semakin ramai dikembangkan adalah baterai solid-state. Sejumlah perusahaan baterai China bahkan menargetkan produksi uji coba dan pengujian langsung pada mobil listrik mulai 2027.

Baca Juga :
Respon Kemlu Soal Bantuan Asing untuk Korban Gempa NTT
Modus Kasus Pengantin Pesanan WN China: Dijanjikan Hidup Layak, Dipaksa Jadi Pembantu

Dikutip VIVA Otomotif dari Carnewschina, Jumat 21 Agustus 2026, perlombaan ini melibatkan sejumlah nama besar, mulai dari BYD, CATL, Geely, hingga produsen baterai seperti CALB, Gotion High-Tech, Farasis Energy, dan EVE Energy.

Baterai solid-state berbeda dari baterai lithium-ion yang banyak digunakan mobil listrik saat ini. Sesuai namanya, teknologi tersebut menggunakan elektrolit padat sehingga memiliki potensi menawarkan kepadatan energi lebih tinggi.

Sederhananya, teknologi ini diharapkan bisa membuat mobil listrik menempuh jarak lebih jauh tanpa harus membawa baterai yang ukurannya semakin besar.

BYD menjadi salah satu perusahaan yang cukup agresif. Produsen mobil listrik tersebut telah mengajukan enam paten terkait baterai solid-state dan menargetkan produksi uji coba pada 2027.

CATL juga memasang target yang sama. Sementara Geely menyiapkan baterai solid-state dengan kepadatan energi hingga 500 Wh/kg yang akan masuk tahap produksi uji coba serta pengujian di kendaraan pada tahun depan.

Persaingan tidak berhenti di tiga nama tersebut. CALB, yang merupakan salah satu produsen baterai terbesar di China, juga berencana melakukan validasi baterai solid-state dalam skala kecil pada 2027.

Perusahaan tersebut kemudian menargetkan peningkatan produksi pada 2030 hingga 2032.

Ada pula Gotion High-Tech yang mendapat dukungan Volkswagen. Perusahaan ini tengah mengembangkan baterai solid-state dengan kepadatan energi sekitar 350 Wh/kg.

Gotion berencana memasang baterai tersebut pada kendaraan listrik dalam skala kecil untuk pengujian jalan raya pada 2027. Produksi komersial penuh ditargetkan mulai 2029-2030.

Farasis Energy, yang didukung Mercedes-Benz, juga memasang target pengujian kendaraan pada 2027. Produksi massal baterai solid-state mereka ditargetkan berlangsung pada 2030.

Sementara EVE Energy mengklaim sudah mengembangkan baterai solid-state berbasis sulfida. Perusahaan ini menargetkan baterai generasi pertama dengan kepadatan energi maksimum 350 Wh/kg dan 800 Wh/L untuk diperkenalkan pada 2026.

Baca Juga :
Indonesia Jadi Korban Tak Sadar dari Klaim China yang Berlebihan?
Mobil Listrik Ini Sudah Meluncur di Jalanan Lebih dari Seabad Lalu
Bareskrim Bongkar Kasus TPPO Modus Pengantin Pesanan ke China, 2 Orang Jadi Tersangka

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Wall Street Melemah, Dow Jones Anjlok 703,84 Poin
• 5 jam lalu
0
thumb
Peringatkan Amerikan, Iran Bakal Produksi Rudal dengan Daya Hancur Hulu Ledak Lebih Besar
• 21 jam lalu
0
thumb
Houthi Serang Najran di Saudi
• 7 jam lalu
0
thumb
Miliarder Pendiri Pengembang dengan Utang Terbesar Dunia Divonis Seumur Hidup
• 11 jam lalu
0
thumb
Kulit Kencang hingga Tampak Lebih Fresh, Kenali Teknologi Baru Evitderma
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.