IHSG Diprediksi Variatif, Investor Cermati Rebalancing FTSE dan Sentimen Global

idxchannel.com
1 jam lalu
Cover Berita

IHSG diproyeksi bergerak variatif pada perdagangan Jumat (21/8/2026) pada rentang 6.300-6.400.

IHSG Diprediksi Variatif, Investor Cermati Rebalancing FTSE dan Sentimen Global (Foto: dok Freepik)

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak variatif pada perdagangan Jumat (21/8/2026) pada rentang 6.300-6.400.

Analis Ajaib Sekuritas Ratih Mustikoningsih mengatakan, pergerakan IHSG akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri.

Baca Juga:
IHSG Dibuka Menguat ke 6.524 Jelang Akhir Pekan

Dari domestik, IHSG melanjutkan reli dan berhasil ditutup di atas level 6.500 pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Penguatan tersebut sejalan dengan aksi beli investor asing di pasar reguler yang mencatatkan inflow sebesar Rp733 miliar.

"IHSG lanjut reli dan berhasil tutup di atas level 6.500. Apresiasi IHSG senada dengan inflow investor asing di pasar reguler senilai Rp733 miliar," ujar Ratih dalam risetnya Jumat (21/8/2026).

Baca Juga:
IHSG Diprediksi Semringah Sambut Akhir Pekan, Cek Analisa Saham ARCI-RMKE

Selanjutnya, pelaku pasar akan mencermati pengumuman rebalancing indeks FTSE pada 22 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB.

Namun, FTSE Russell memperpanjang proses monitoring dan observasi terhadap pasar modal Indonesia. Dengan demikian, tidak akan terdapat penambahan saham baru maupun perubahan bobot dalam indeks hingga akhir 2026.

Dari sisi emiten, perhatian pasar tertuju pada PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang menandatangani perjanjian jual beli bersyarat atau Conditional Sales and Purchase Agreement (CSPA) untuk mengakuisisi bisnis otomotif Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia.

Cycle & Carriage merupakan grup otomotif yang telah beroperasi sejak 1899 dan menjadi salah satu pemain otomotif terkemuka di Asia Tenggara.

Perusahaan tersebut menaungi berbagai merek otomotif global, di antaranya Mercedes-Benz, Mitsubishi, Kia, Citroën, PEUGEOT, Maxus, ORA, Smart, Gogoro, Leapmotor, Zhongtong, dan Sinotruk.

Rencana akuisisi tersebut menjadi bagian dari strategi ekspansi regional TPIA untuk memperluas bisnis di sektor mobilitas sekaligus melengkapi portofolio energi dan ritel yang telah dimiliki perseroan di Singapura.

Sementara itu, dari pasar global, bursa Wall Street kompak melemah pada perdagangan Kamis (20/8/2026). Nasdaq turun 1 persen, sedangkan Dow Jones terkoreksi 1,31 persen.

Menurut Ratih, tekanan terhadap pasar saham AS salah satunya berasal dari kembali melonjaknya harga minyak mentah Brent. Harga Brent naik 2,36 persen menjadi USD93,7 per barel.

Kenaikan harga minyak tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi global dan prospek suku bunga.

Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun kembali naik ke 4,7 persen setelah sebelumnya turun menyusul pernyataan Departemen Keuangan AS yang akan meningkatkan pembelian kembali surat utang jangka panjang.

Selain itu, pasar juga mencermati rencana perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic untuk melantai di bursa.

Anthropic disebut berencana mengajukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada akhir Agustus 2026 dengan target valuasi sekitar USD75 miliar. Nilai tersebut bahkan disebut berpotensi menyamai atau melampaui valuasi IPO SpaceX.

Berikut rekomendasi saham Ajaib Sekuritas hari ini:

1. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA)

Rekomendasi: Trading Buy
Harga Penutupan: Rp745
Target Harga: Rp775
Stop loss: Rp710

BUVA posisi harga di area support, first day up dengan tekanan jual yang mulai turun. Indikator stochastic di area oversold indikasi rebound jangka pendek. 

2. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)

Rekomendasi: Trading Buy
Closing Price: Rp705
TP:Rp740
Stop loss: Rp675

CDIA posisi harga di area support, berpotensi lanjut positif  membentuk cup and handle dengan indikator MACD bar histogram dalam momentum akumulasi. 

3. PT Mayora Indah Tbk (MYOR)

Rekomendasi: Accum Buy
Harga penutupan: Rp1.685
Target harga: Rp1.740
Stop loss: Rp1.640

MYOR posisi harga di area support membentuk long white candle. Indikator stochastic crossing di area oversold indikasi rebound

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PNM Terus Bergerak Dampingi Warga Terdampak Gempa di NTT
• 10 jam lalu
0
thumb
Kuota Solar Subsidi Menurun, Arah Kebijakan Energi Indonesia Dipertanyakan
• 19 jam lalu
0
thumb
Camat Tanah Abang optimistis wilayah tetap kondusif jelang unjuk rasa
• 1 jam lalu
0
thumb
Update Korban Gempa NTT Kamis 20 Agustus, 72 Meninggal 900 Terluka
• 23 jam lalu
0
thumb
Sebelum Dicopot dan Ditangkap Kejagung, Lodewyk Ngaku Ditelepon Seskab Teddy, Bahas Apa?
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.