Berdasarkan pemantauan data pasar valuta asing Investing pada pagi Jumat 21 Agustus 2026 mata uang Dolar AS menguat tipis terhadap rupiah dengan naik 0,06 persen atau 11,3 poin ke posisi Rp17.742,4.
Ditengah melemahnya rupiah terhadap dollar AS, laju Indeks Dolar AS (DXY) justru turun 0,10 persen atau 0,095 poin ke level 98,690.
Baca juga: Ruang Kenaikan Suku Bunga BI Masih Terbuka, Rupiah dan Inflasi Jadi Penentu
Kemudian mata uang won Korea Selatan naik 0,62 persen atau 0,0788 poin ke level Rp12,8354.
Di sisi lain, euro bergerak stabil. Nilainya tidak mengalami perubahan atau 0,00 persen dan bertahan di level Rp20.790,0.
Penguatan rupiah terlihat terhadap sejumlah mata uang Asia. Rupiah berhasil menguat terhadap Dolar Singapura yang turun 0,09 persen atau 12,70 poin ke Rp13.965,96. Baht Thailand juga melemah 0,11 persen atau 0,569 poin ke Rp540,464.
Rupiah juga menguat terhadap yen Jepang yang terpangkas 0,20 persen atau 0,22 poin ke level Rp111,60.
Pergerakan serupa terlihat pada yuan China yang turun 0,22 persen atau 5,94 poin ke Rp2.638,79. Sementara ringgit Malaysia melemah 0,22 persen atau 9,48 poin ke posisi Rp4.386,78.
Pergerakan rupiah yang bervariasi tersebut terjadi di tengah pelemahan indeks dolar AS. Di sisi lain, harga emas dunia masih menunjukkan penguatan pada awal perdagangan dengan naik 0,22 persen atau 9,98 poin ke level USD4.529,31 per troy ons.
Dengan demikian, rupiah masih menunjukkan pergerakan yang beragam terhadap mata uang utama dunia. Pelemahan terhadap dolar AS dan won terjadi bersamaan dengan penguatan rupiah terhadap sejumlah mata uang Asia lainnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)






Komentar (0)