Mendung bergelayut di langit pesisir Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara. Terik matahari perlahan surut. Dari arah laut, angin bergerak pelan melewati tanggul, membawa udara asin ke sela-sela permukiman yang padat. Di lapangan, anak-anak berlarian. Beberapa berebut bola, sementara yang lain bermain di sekitar taman.
Kamis (20/8/2026) sore, suasana Plaza Kalibaru tampak ramai. Warga duduk menikmati angin laut di tepi tanggul. Sebagian datang bersama keluarga, sementara lainnya sekadar mencari tempat untuk melepas penat setelah beraktivitas sepanjang hari. Dari tempat itu, laut dan kehidupan warga pesisir seolah hadir dalam satu bidang pandang.
Perahu nelayan meninggalkan dermaga Kalibaru.
(KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Warga berjalan di atas tanggul pesisir Kalibaru.
(KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Anak-anak bermain bola di Plaza Kalibaru.
(KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Warga menikmati suasana sore di atas tanggul.
(KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Kapal-kapal nelayan bersandar di sekitar dermaga. Aktivitas di kawasan pelabuhan masih berlangsung. Di balik tanggul, rumah-rumah warga berdiri rapat, menandai kawasan yang sejak lama menggantungkan sebagian kehidupannya pada laut.
Beberapa tahun terakhir, wajah tepian Kalibaru perlahan berubah. Tanggul yang membentang di pesisir tak lagi sekadar menjadi pembatas antara permukiman dan laut. Di sekitarnya, kawasan yang sebelumnya identik dengan tepian becek kini ditata menjadi ruang publik untuk berkumpul dan beraktivitas.
Plaza Kalibaru dilengkapi taman, lapangan olahraga, serta area duduk yang memungkinkan warga menikmati suasana pesisir. Pemerintah Provinsi Jakarta menata kawasan tersebut sebagai ruang terbuka yang dibangun bersamaan dengan proyek tanggul pengaman pantai.
Tanggul Pantai Kalibaru merupakan bagian dari pembangunan pengamanan pesisir Jakarta melalui program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD). Infrastruktur tersebut dibangun untuk mengurangi ancaman banjir rob yang kerap mengintai kawasan pesisir.
Tanggul Kalibaru membentang sekitar 3,2 kilometer dengan ketinggian sekitar 1,5 meter. Setelah pembangunan selesai, area di sekitarnya ditata sebagai ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan warga. Perubahan itu pun perlahan terasa dalam keseharian masyarakat.
Bagi warga pesisir, tanggul bukan sekadar bagian dari perubahan wajah kawasan. Infrastruktur itu berkaitan langsung dengan upaya melindungi permukiman dari air laut yang naik ketika pasang. Keberadaannya diharapkan dapat mengurangi dampak rob yang sebelumnya masuk ke kawasan hunian.
Seorang anak berlarian di sekitar tanggul.
(KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Warga menikmati suasana sore di atas tanggul.
(KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Seorang ayah menyuapi makan anaknya.
(KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Warga membuka lapak di sekitar tanggul.
(KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA)
Namun, perubahan Kalibaru tak berhenti pada pembangunan infrastruktur. Plaza di tepian tanggul kini menjadi ruang yang mempertemukan berbagai aktivitas: perlindungan pesisir, kehidupan nelayan, permainan anak-anak, olahraga, hingga kebiasaan sederhana warga menikmati angin laut sembari menunggu sore berganti malam.






Komentar (0)