“Kepikiran, Tak Bisa Tidur Malam” Mahasiswa NTT di Jakarta Menanti Kabar Keluarga

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Amel (21), mahasiswa Universitas Indonesia (UI) asal Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku tidak bisa tidur tenang setelah gempa bumi mengguncang kampung halamannya sejak Sabtu (15/8/2026).

Sebab, ketika dirinya masih bisa tidur di atas kasur di Jakarta, keluarganya di NTT terpaksa tidur di luar rumah selama lima hari terakhir karena khawatir gempa susulan.

"Berita ini membuat sedih, kepikiran, tidur tidak tenang. Karena di sini aku bisa tidur di kasur, sedangkan mereka kan tidur di luar beralaskan tikar atau kasur yang tipis," ujar Amel saat diwawancarai Kompas.com, Kamis (20/8/2026).

Baca juga: Cerita Mahasiswa NTT di Jakarta, Cemas Tunggu Kabar Keluarga Pasca-gempa

Keluarga Amel tersebar di sejumlah wilayah Manggarai Raya, mulai dari Ruteng, Manggarai Timur, Reo, Pota, Satar Mese, Lamba Leda, hingga Manggarai Barat.

Karena berada jauh dari kampung halaman, Amel hanya bisa memantau kondisi keluarganya melalui sambungan telepon, media sosial, dan informasi perkembangan gempa dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Setiap kali notifikasi gempa muncul di ponselnya, kecemasannya ikut muncul karena khawatir akan memperparah kondisi keluarganya di sana.

"Masih menimbulkan trauma ke keluarga-keluarga dan teman-teman yang lain di sana," ucapnya.

Dapat Kabar dari Sang Mama

Amel masih mengingat betul pagi ketika gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus lalu sekitar pukul 5 pagi di NTT atau pukul 6 pagi di Jakarta.

Notifikasi di ponselnya terus berbunyi.

Ketika diperiksa, ternyata mama dan keluarga yang lain mengirimkan kabar mengenai gempa.

Untungnya saat itu jaringan komunikasi dan listrik masih tersedia sehingga keluarga masih bisa mengirim foto dan informasi mengenai kondisi di sekitar mereka.

"Dikirim semua fotonya ke aku. Pertama kali lihat itu kayak takut menangis, tetapi aku berusaha kuat di depan orangtua," kata Amel.

KOMPAS.com/APOLONIA INERU BAHALI Warga di Kampung Racak, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai berhamburan di jalan karena gempa yang terjadi pada Kamis pagi (20/8/2026)

Amel juga langsung berupaya menghubungi semua kerabat.

Namun keluarga yang tinggal di pelosok sulit dihubungi akibat jaringan komunikasi dan listrik terputus.

Baca juga: Saat Gempa Mengguncang Rumah di NTT, Mahasiswa Rantau Menahan Rindu dan Cemas

Malam itu, Amel bahkan tidak tidur. Ia terus memantau perkembangan gempa dan mencoba mencari tahu kondisi keluarga yang belum dapat dihubungi.

"Jadi aku itu benar-benar kepikiran sangat. Aku enggak bisa tidur malam itu sama teman-teman aku yang SMA yang sudah merantau semuanya, kami sambil pantau di BMKG. Paginya ternyata dikabarkan lagi gempa lagi. Ternyata jam 4 pagi di sana gempa lagi. Terus mereka lari keluar lagi, jadi aku kayak stres sangat," ujarnya.

Keluarga Berkumpul di Ruteng, Flores

Kendati demikian, masih ada sedikit kelegaan di hati Amel karena mamanya (51) tengah berkumpul dengan keluarga lain di Ruteng, Flores, NTT karena akan ada acara keluarga.

Saat gempa terjadi, keluarga besar Amel memang sedang berkumpul di rumah sang opa di Ruteng.

Mereka berkumpul untuk mengikuti acara adat bernama Tenghang, yakni tradisi memberi makan leluhur.

Acara itu digelar menjelang salah satu anggota keluarga Amel ditahbiskan menjadi romo.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Aku bersyukur juga sih sebenarnya mamaku di Ruteng. Karena saat itu kan ada keluarga saudara yang lain kan. Kalau misalnya sendiri di Borong tuh aku malah lebih kepikiran," ucapnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dikabarkan Lansia Sakit Parah di Changchun, Tiongkok  Lompat dari Gedung, Pasien Kanker di Nanchang Diusir karena Tunggakan Lebih dari 500 Ribu 
• 21 jam lalu
0
thumb
Aktor EJR & Penyanyi NB Heboh Diduga Lakukan Pelecehan Seksual
• 19 jam lalu
0
thumb
Kabut Asap akibat Karhutla, BPBD Banjarbaru Ungkap Indeks Polusi Udara Buruk dan Tidak Sehat
• 12 jam lalu
0
thumb
Negara Lain Siap Beri Bantuan Gempa NTT, Ini Kata Kemlu
• 16 jam lalu
0
thumb
Kapolres Pelabuhan Makassar Pimpin Langsung Pemeriksaan Ponsel Personel, Cegah Judi Online dan Pinjaman Online
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.