Dikabarkan Lansia Sakit Parah di Changchun, Tiongkok  Lompat dari Gedung, Pasien Kanker di Nanchang Diusir karena Tunggakan Lebih dari 500 Ribu 

erabaru.net
4 jam lalu
Cover Berita

“Industrialisasi layanan kesehatan” yang dilakukan Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah menimbulkan tragedi bagi banyak keluarga. Beredar kabar bahwa seorang lansia di Changchun, Provinsi Jilin, Tiongkok yang tidak memiliki uang untuk berobat, melompat dari gedung hingga meninggal dunia; sementara seorang pasien kanker di Nanchang, Provinsi Jiangxi, diusir dari rumah sakit hanya karena menunggak biaya sebesar 200 yuan RMB.

EtIndonesia.com  Pada 17 Agustus, beredar video dari Distrik Nanguan, Kota Changchun, Provinsi Jilin, yang memperlihatkan seorang lansia dengan tubuh sangat kurus berjalan mondar-mandir di atas atap gedung. Ia kemudian jatuh ke atap sebuah mobil di bawahnya dan kondisinya tampak sangat kritis. 

Menurut kabar yang beredar di internet, lansia tersebut menderita penyakit parah dan telah lama disiksa oleh rasa sakit. Namun, uang pensiun sebesar 120 yuan yang diberikan oleh pemerintah PKT jauh dari cukup untuk membayar biaya pengobatan, sehingga pada akhirnya ia memilih mengakhiri hidupnya.

Selain itu, dari Kota Nanchang, Provinsi Jiangxi, juga beredar video yang memperlihatkan seorang pria menahan rasa sakit dan meringkuk di sudut sebuah pusat perbelanjaan. Beberapa petugas medis kemudian meninggalkan lokasi. Setelah itu, pria tersebut diduga menceritakan pengalamannya kepada orang-orang yang lewat. Ada orang yang memberinya uang, tetapi ia menolaknya.

Media mandiri di Tiongkok daratan mengungkapkan bahwa pria tersebut adalah pasien kanker yang telah menghabiskan seluruh tabungan sebesar jutaan yuan untuk pengobatan. Ia kemudian diusir dari rumah sakit hanya karena menunggak biaya pengobatan sebesar 200 yuan. Di sebuah pusat perbelanjaan di dekat rumah sakit, ia bahkan sempat pingsan karena rasa sakit yang hebat. Saat ini ia tidak memiliki uang sepeser pun, bahkan tidak memiliki ongkos untuk pulang, tetapi menolak bantuan dari seorang pemilik usaha yang bersimpati kepadanya.

Di bawah pemerintahan PKT, lembaga kesehatan telah berubah menjadi tempat yang secara gila-gilaan menguras uang rakyat. Sistem yang tidak sehat menyebabkan biaya pengobatan menjadi sangat mahal. 

Banyak pasien yang menderita penyakit parah meninggal setelah lama disiksa penyakit karena tidak memiliki uang untuk berobat, bahkan sebagian memilih bunuh diri. Situasi seperti ini bukanlah hal yang jarang terjadi; di beberapa daerah bahkan disebut telah menjadi sesuatu yang umum.

Tim Liu Yanwu, dosen Departemen Sosiologi Universitas Wuhan, pernah melakukan penelitian selama enam tahun dengan mengunjungi lebih dari 40 desa di 11 provinsi, termasuk Hubei, Shandong, Jiangsu, Shanxi, Henan, dan Guizhou. Pada 2014, tim tersebut menerbitkan Studi Sosiologis tentang Bunuh Diri pada Lansia Pedesaan. Penelitian itu mengungkapkan bahwa fenomena bunuh diri di kalangan lansia pedesaan Tiongkok “sudah sangat parah hingga mengejutkan”, dengan proporsi lansia yang meninggal karena bunuh diri di sejumlah desa mencapai angka yang mengejutkan, “setidaknya 30%”.

Laporan tersebut mengungkapkan bahwa penyebab utama bunuh diri di kalangan lansia pedesaan antara lain sulitnya bertahan hidup, penyakit yang terus-menerus diderita, serta kurangnya kasih sayang keluarga dan anak-anak yang tidak berbakti.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak pula warganet mengungkapkan bahwa lansia di pedesaan masih banyak yang melakukan bunuh diri. Sebagian dari mereka menderita penyakit parah dan tidak ingin menjadi beban bagi keluarga.  (***)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pelajar di Kalideres Tewas Tertemper KRL Jurusan Tangerang saat Berangkat Sekolah, Motor Ringsek dan Korban Meninggal Dunia
• 7 jam lalu
0
thumb
Ojol Minta Komisi Antar Makanan dan Barang Jadi 8% seperti Layanan Penumpang
• 22 jam lalu
0
thumb
Serangan Rusia di Kiev Tewaskan 12 Orang, 33 Lainnya Terluka
• 3 jam lalu
0
thumb
Gempa Susulan Mengintai NTT, Mendagri Tito Minta Warga Tidak Dipaksa Pulang
• 10 jam lalu
0
thumb
Dipimpin Ma’ruf Amin, Kiai Sepuh NU Kumpul Jelang Muktamar ke-35
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.