VIVA – Islam Makhachev memang sukses mempertahankan sabuk juara kelas welter UFC setelah mengalahkan Ian Machado Garry di UFC 330. Namun, kemenangan tersebut tidak serta-merta membuat semua orang terkesan. Salah satu kritik datang dari Carlos Prates yang menyaksikan langsung pertarungan tersebut.
Makhachev tampil dominan melalui permainan grappling yang menjadi salah satu kekuatan utamanya. Ia berulang kali membawa Machado Garry ke pertarungan bawah, mengontrol pergerakan lawannya, sekaligus membatasi ruang bagi petarung asal Irlandia itu untuk mengembangkan permainan striking.
,Pendekatan tersebut justru membuat pertarungan sulit dinikmati Bagi Prates. Petarung asal Brasil itu secara terbuka mengaku lebih menyukai duel yang berlangsung dalam tempo tinggi dan menghasilkan banyak pertukaran pukulan. Karena itu, ia kurang menikmati pertarungan yang terlalu banyak menghabiskan waktu di atas matras.
"Menurutku gaya bertarung Makhachev membosankan," ujar Prates.
Prates bahkan mengaku lebih senang menyaksikan petarung yang aktif mencari penyelesaian melalui KO dibandingkan pertarungan yang didominasi grappling dan kontrol.
"Saya suka menonton orang-orang yang mendapatkan KO, banyak aksi dan hal-hal seperti itu," katanya.
Makhachev Menang Lewat Dominasi GrapplingKritik Prates tidak lepas dari bagaimana Makhachev menjalankan pertarungan melawan Machado Garry. Sejak awal laga, Makhachev berusaha memaksakan pertarungan sesuai dengan skenario yang diinginkannya. Kemampuan grappling dan kontrol menjadi senjata utama untuk meredam mobilitas Machado Garry yang dikenal memiliki kemampuan striking serta permainan jarak yang baik.
Machado Garry memang sempat menggagalkan sejumlah percobaan takedown. Namun, Makhachev akhirnya tetap mampu membawa pertarungan ke bawah dan mencatat tujuh takedown.
Secara keseluruhan, Makhachev menghabiskan lebih dari 12 menit dalam posisi kontrol di atas matras. Bahkan, pada ronde kedua, ia sempat menjatuhkan Machado Garry melalui tendangan kepala sebelum kembali mengontrol pertarungan dengan permainan grappling.
Pada akhir lima ronde, Makhachev dinyatakan sebagai pemenang melalui keputusan bulat. Dua juri memberikan skor 49-46, sedangkan satu juri memberikan skor 48-47.
Hasil tersebut sekaligus memperpanjang rentetan kemenangan Makhachev menjadi 17 pertarungan.
Pertahankan Sabuk, Bangun Dominasi Baru di Kelas Welter





Komentar (0)