Gempa NTT: PUPR Kerahkan 3 Ekskavator Buka Akses Jalur Trans Flores, Tertutup Longsoran 30 Meter

kompas.tv
15 jam lalu
Cover Berita
Sejumlah ekskavator dikerahkan untuk membersihkan material longsor yang menutup jalur Trans Flores kilometer 4+350 di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8). (Sumber: BNPB)

ENDE, KOMPAS.TV – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR mengerahkan tiga unit ekskavator untuk melakukan pembersihan jalur Trans Flores Ende–Bajawa KM 4+350.

Mengutip keterangan tertulis Badan Nasional Penanggulangan Bencana, gempa bumi berkekuatan M7,7 pada Sabtu (15/8/2026) lalu berdampak pada ruas jalan tersebut.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyebut, titik tersebut tertimbun material longsor setinggi 30 meter.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Siapkan Anggaran Bencana Rp5 T untuk Tangani Gempa NTT

“Di mana material tanah berpasir dan bebatuan setinggi hampir 30 meter menutupi seluruh badan jalan. Longsoran ini sempat melumpuhkan total akses utama yang menghubungkan Ende dan Nagekeo,” jelasnya, Kamis (20/8).

Tiga unit ekskavator yang dikerahkan untuk membersihkan lokasi berhasil membuka sebagian jalur berhasil pada hari pertama penanganan meski baru bisa dilalui secara terbatas oleh kendaraan roda dua.

“Dua hari berselang, pembersihan bertahap mulai membuahkan hasil hingga kendaraan roda empat atau lebih dapat melintas dengan sistem buka-tutup dan kecepatan terbatas,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan langsung Tim Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB, Kamis (20/8), seluruh badan jalan telah terbuka dan transportasi mulai kembali normal.

Kendati demikian, penanganan belum sepenuhnya usai karena sebagian material sisa longsoran masih menumpuk di lereng atas tebing.

Berton juga menegaksan, proses pembersihan sisa material di tebing terus dilanjutkan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Baca Juga: Korps Marinir Kirim 217 Personel dan Bantuan 3 Ton ke Wilayah Terdampak Gempa NTT

“Pasalnya, gempa bumi susulan yang masih sering terjadi sewaktu-waktu dapat memicu runtuhan material susulan ke badan jalan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas teknis yang bekerja di lapangan,” bebernya.

Menurut dia, sesuai prosedur keselamatan, operasional alat berat wajib dihentikan sementara setiap kali guncangan terjadi.

“Seperti yang dialami tim pada Kamis siang, ketika gempa susulan M 6,0 mengguncang wilayah tersebut selama kurang lebih 10 detik. Seluruh aktivitas pengerjaan seketika dihentikan total demi menjamin keselamatan para personel.”

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • badan nasional penanggulangan bencana
  • bnpb
  • gempa bumi ntt
  • gempa bumi
  • ntt
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Manfaat Rutin Konsumsi Teh Serai bagi Tubuh
• 14 jam lalu
0
thumb
Defisit Transaksi Berjalan RI Capai USD 12,5 Miliar, 3,3 Persen dari PDB
• 10 jam lalu
0
thumb
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Selatan Peru, Getaran Terasa hingga Lima
• 10 jam lalu
0
thumb
Aliansi Masyarakat Jakarta Ajak Semua Pihak Jaga Jakarta Tetap Kondusif
• 4 jam lalu
0
thumb
Dokter Tifa Khawatir Bakal Tersandera Sebagai Terdakwa Selama Tiga Tahun, Ini Penjelasannya
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.