Pantau - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan penyaluran bantuan pangan bagi sekitar 34 ribu pengungsi korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) dipercepat tanpa harus menunggu seluruh proses administrasi selesai.
Amran menegaskan kebutuhan masyarakat dan aspek kemanusiaan harus menjadi prioritas utama dalam situasi bencana sehingga persoalan kewenangan, jabatan, maupun prosedur tidak boleh menghambat bantuan.
"Ini penting, kita harus turun. Jangan melihat pangkat, jabatan, bukan. Ini kemanusiaan. Siapa yang melihat masalah, laporkan, kita eksekusi cepat," ungkap Amran.
Truk Bantuan Bergerak dari Labuan BajoSebelumnya, pada Rabu, 19 Agustus, Amran telah melepas sejumlah truk pengangkut bantuan pangan dari Labuan Bajo menuju wilayah terdampak bencana di NTT.
Truk-truk tersebut membawa beras, minyak goreng, mi instan, gula, serta berbagai kebutuhan pangan lainnya untuk masyarakat terdampak.
Bantuan diperintahkan segera bergerak menuju titik-titik bencana tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang.
Menurut Amran, langkah cepat tersebut merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto sejak bencana terjadi.
Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI-Polri, serta jajaran terkait diminta turun langsung untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lokasi bencana.
"Kami diperintah Bapak Presiden langsung bergerak cepat. Kita turun, ini adalah perintah Bapak Presiden bergerak cepat, menyelesaikan masalah, bukan membawa masalah ke Jakarta," kata Amran.
Permintaan 20 Ton Beras Dinaikkan Menjadi 200 TonSaat turun langsung ke salah satu lokasi terdampak, Amran mengambil keputusan di tempat setelah pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan tambahan pasokan beras.
Pemerintah daerah semula meminta bantuan sebanyak 20 ton beras, tetapi Amran memutuskan menaikkan jumlahnya menjadi 200 ton agar kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.
"Kami turun ke titik bencana, kami melihat langsung. Bahkan ada yang minta 20 ton, kami berikan 200 ton. Kami disposisi, Wakil Bupati dan Kapolres tulis tangan, kami juga tulis tangan, karena butuh bantuan cepat. Kalau diproses ke Jakarta bisa tiga hari, bisa satu minggu," ungkap Amran.
Amran menegaskan prosedur administratif tidak boleh menjadi penyebab keterlambatan bantuan dalam kondisi darurat.
Menurut dia, beras yang dibutuhkan masyarakat dapat terlebih dahulu dikeluarkan dari gudang, sedangkan perizinan, persetujuan, dan administrasi diselesaikan setelah bantuan disalurkan.
"Ini perintah Bapak Presiden, kita harus bergerak cepat. Ambil dulu beras di gudang, proses izinnya, persetujuannya belakangan. Ini darurat. Nanti saya tanda tangan menyusul," kata Amran.
Stok 39 Ribu Ton, Kebutuhan Pengungsi Dipastikan AmanBerdasarkan perhitungan di lapangan, sekitar 34 ribu pengungsi membutuhkan pasokan beras kurang lebih 300 ton setiap bulan.
Sementara itu, stok beras di wilayah tersebut mencapai sekitar 39 ribu ton sehingga pemerintah memastikan kebutuhan masyarakat terdampak tetap aman apabila penanganan bencana berlangsung lebih lama.
"Kami hitung 34 ribu pengungsi, kebutuhan berasnya sekitar 300 ton per bulan. Stok kita di sini 39 ribu ton. Jadi tidak ada masalah. Enam bulan pun berasnya aman, sampai satu tahun aman," ujar Amran.
Selain beras, bantuan yang dikirim menggunakan truk mencakup minyak goreng, mi instan, gula, dan berbagai kebutuhan pangan lainnya.
Sebagian bantuan berasal dari pemerintah, sedangkan sebagian lainnya merupakan bentuk kepedulian pribadi Amran bersama jajaran Kementerian Pertanian.
Amran mengatakan pengalaman menghadapi bencana membuat dirinya memahami kondisi masyarakat yang harus meninggalkan rumah dan bertahan dengan berbagai keterbatasan.
"Kita harus terima, karena kami secara pribadi pernah mengalami hal serupa. Kami pernah kena bencana, tidur di bawah pohon dan di tenda-tenda kecil," ungkap Amran.
Karena pengalaman tersebut, Amran menilai setiap keluhan masyarakat terdampak bencana harus didengar dan ditangani tanpa menganggapnya sebagai persoalan sepele.
Kementerian Pertanian memastikan akan terus mengawal penyaluran bantuan pangan sampai kondisi masyarakat terdampak bencana kembali pulih.
Dengan stok pangan yang tersedia dan dukungan berbagai instansi, pemerintah memastikan masyarakat terdampak bencana tidak mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan pangan.
"Yang paling penting, kita bergerak cepat menyelesaikan masalah. Alhamdulillah kami sudah cek langsung dan sudah hitung kekuatan kita di sini. Aman, tidak ada masalah," kata Amran.





Komentar (0)