Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bersama Danantara Asset Management resmi memulai langkah transformasi transportasi nasional. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah.
Transformasi ini akan berfokus pada pengidentifikasian berbagai hambatan di lapangan, seperti keterputusan jaringan (missing link), kendala operasional (bottleneck), hingga potensi tumpang tindih jaringan transportasi. Dengan mengurai persoalan tersebut, pemerintah berharap dapat menekan biaya logistik nasional dan menciptakan ekosistem transportasi yang lebih terintegrasi.
Baca Juga :
Tegaskan Pentingnya Singapura Bagi Indonesia, Rosan Roeslani: Kita Adalah Mitra Alami
Program kerja ini meliputi beberapa tahapan strategis, mulai dari pemetaan data, analisis mendalam, konsultasi, hingga perumusan koridor logistik melalui proyek percontohan (pilot project). Sinergi antar-BUMN menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan seluruh aset dan infrastruktur transportasi negara agar lebih efisien.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, menegaskan bahwa evaluasi seluruh proses harus dilakukan secara berkelanjutan. Ia menekankan bahwa keberhasilan transformasi ini diukur dari manfaat nyata yang dirasakan oleh publik.
"Sudah tidak zamannya lagi masyarakat tidak mendapatkan pelayanan yang baik. Kalau transformasi ini tidak dirasakan, ya percuma saja, hanya menjadi konsep di atas kertas," kata Dony Oskaria dikutip dari tayagan Primetime News Metro TV, Kamis, 20 Agustus 2026.





Komentar (0)