WIKA Rampungkan Jalan Simpang Perdau–Tepian Langsat 18,6 Kilometer, Konektivitas Kutai Timur Diperkuat

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) merampungkan pembangunan Jalan Pengganti Permanen Ruas Simpang Perdau–Tepian Langsat sepanjang 18,6 kilometer di Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, sebagai bagian dari proyek Rediversion of Muara Wahau Road Diversion (RE-MWRD).

Ruas yang telah diresmikan tersebut ditujukan untuk meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi barang dan jasa serta mendukung kegiatan perekonomian di Kutai Timur.

Pembangunan jalan ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PT Kaltim Prima Coal (KPC) kepada pemerintah dan masyarakat Kutai Timur dalam menyediakan jalan pengganti permanen yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Kehadiran jalan tersebut diharapkan meningkatkan aksesibilitas antarwilayah serta mendukung aktivitas masyarakat dan pusat-pusat kegiatan ekonomi di kawasan Muara Wahau.

WIKA Terapkan Cakar Ayam Modifikasi di Tanah Ekspansif

Dalam proyek tersebut, WIKA bertindak sebagai pelaksana pekerjaan dengan membangun trase sepanjang 18,6 kilometer menggunakan dua tipe perkerasan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Sebanyak 12,85 kilometer ruas jalan menggunakan rigid pavement atau perkerasan kaku, sedangkan 5,35 kilometer lainnya menggunakan konstruksi Cakar Ayam Modifikasi.

Pekerjaan juga mencakup pembangunan Jembatan Kanguru sepanjang 40 meter dengan struktur PCI Girder serta 24 unit box culvert sebagai bagian dari struktur pendukung jalan.

Salah satu tantangan utama pembangunan Jalan Simpang Perdau–Tepian Langsat adalah kondisi lahan yang merupakan kawasan rehabilitasi pascatambang dengan karakteristik tanah ekspansif.

Kondisi tersebut membutuhkan penyesuaian metode konstruksi untuk memastikan struktur jalan memiliki kestabilan dan daya tahan yang baik dalam jangka panjang.

WIKA kemudian menerapkan konstruksi Cakar Ayam Modifikasi pada ruas sepanjang 5,35 kilometer untuk membantu mendistribusikan beban lalu lintas secara lebih merata.

Metode tersebut juga digunakan untuk mengantisipasi kemungkinan penurunan tanah yang tidak seragam pada kawasan dengan karakteristik tanah ekspansif.

Penerapan Cakar Ayam Modifikasi menjadi bagian dari solusi konstruksi WIKA yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan lapangan.

Selama proses pembangunan, proyek Jalan Pengganti Permanen Simpang Perdau–Tepian Langsat melibatkan sekitar 350 tenaga kerja dengan capaian sekitar 1,5 juta jam kerja.

Keselamatan dan kesehatan kerja menjadi bagian penting dalam proses konstruksi guna memastikan seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai standar keselamatan yang telah ditetapkan.

WIKA Harapkan Jalan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kutai Timur

Corporate Secretary WIKA Ngatemin mengatakan penyelesaian jalan tersebut merupakan bentuk kontribusi perseroan dalam menghadirkan infrastruktur yang memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

"Pembangunan Jalan Pengganti Permanen Simpang Perdau–Tepian Langsat menunjukkan bagaimana kompetensi dan pengalaman WIKA dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan infrastruktur dengan karakteristik lapangan yang spesifik. Kami berharap jalan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, memperlancar mobilitas dan distribusi barang serta jasa, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di wilayah Kutai Timur," ungkap Ngatemin.

Sebagai jalan pengganti permanen, ruas Simpang Perdau–Tepian Langsat dirancang untuk memberikan manfaat sesuai masa layanan yang telah ditentukan dalam desain.

Jalan dengan kualitas dan tingkat kemantapan yang baik tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan sekaligus keandalan perjalanan masyarakat dan pengguna jalan.

Pembangunan ruas Simpang Perdau–Tepian Langsat turut membawa semangat "Membangun Konektivitas, Menggerakkan Pertumbuhan" melalui penguatan akses antarwilayah, kelancaran distribusi barang dan jasa, serta pembukaan peluang pertumbuhan kawasan.

Infrastruktur tersebut juga diharapkan mendukung berbagai aktivitas perekonomian masyarakat di Kabupaten Kutai Timur.

Bagi WIKA, penyelesaian proyek RE-MWRD menjadi bagian dari keberlanjutan kerja sama dengan PT Kaltim Prima Coal dalam memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur yang berkualitas.

WIKA menyatakan berkomitmen terus menghadirkan solusi konstruksi yang inovatif dan adaptif terhadap berbagai kondisi lapangan guna memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BRI Konsisten Salurkan Kredit dengan Prinsip Kehati-hatian, Jaga Pertumbuhan Berkualitas dan Berkelanjutan
• 16 jam lalu
0
thumb
Menkes soal Tingginya Kematian Akibat TBC Per Tahun: Setiap 5 Menit, 2 Meninggal
• 13 jam lalu
0
thumb
Netanyahu Kian "Liar" di Depan Trump, Nekat Serang Negara Sekutu NATO
• 2 jam lalu
0
thumb
Karhutla 2026 Meluas, Akankah Krisis Asap Asia 2015 Terulang?
• 7 jam lalu
0
thumb
Dua Bayi Lahir di Tenda RS Darurat Daerah Aeramo Nagekoe NTT
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.