Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan alokasi Badan Gizi Nasional (BGN) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sebesar Rp 240,2 triliun. Anggaran itu terbesar di antara kementerian/lembaga (K/L) dan ditujukan bagi 60,6 juta hingga 72,1 juta penerima manfaat.
Purbaya menegaskan angka tersebut yang benar, merespons kemungkinan salah ketik di dokumen.
"Rp 240 triliun yang betul. Saya enggak tahu mungkin ada salah ketik di mana, saya cek ya. Saya cek, tapi angkanya yang betul Rp 240 triliun,” kata Purbaya di DPR, Kamis (20/8/2026).
Alokasi BGN merupakan bagian dari anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp 820,9 triliun. Pemerintah menyiapkan belanja negara 2027 senilai Rp 4.097,2 triliun.
Di bawah BGN, Kementerian Pertahanan menempati posisi kedua. Kementerian Kesehatan di posisi kelima, dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di posisi kedelapan. Nilai BGN turun dari Rp 268 triliun pada APBN 2026, tetapi lembaga itu tetap di peringkat pertama.
Ekonom Bright Institute Awalil Rizky menyoroti realisasi belanja BGN yang dalam dua tahun terakhir masih di bawah pagu. Realisasi tercatat Rp 51,59 triliun, atau 72,66 persen dari alokasi.
"Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai yang terbesar, mencapai Rp 240 triliun. Meski nilainya turun dari Rp 268 triliun pada APBN 2026, namun masih mempertahankan posisi pertama,” ujar Awalil dalam keterangan tertulis, Rabu (18/8/2026).
Pada 2026, outlook realisasi diproyeksikan Rp 214 triliun, atau sekitar 74,83 persen dari pagu Rp 268 triliun. Selisih alokasi dan proyeksi realisasi sekitar Rp 54 triliun.






Komentar (0)