BMKG mengungkapkan, cuaca kering akibat musim kemarau masih akan terus terjadi di mayoritas wilayah Indonesia.
IDXChannel - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan, cuaca kering akibat musim kemarau masih akan terus terjadi di mayoritas wilayah Indonesia. Sementara, musim hujan baru akan datang pada pertengahan Oktober 2026.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan, potensi pertumbuhan awan pada 10 hari ke depan diperkirakan masih minim terjadi di sebagian besar Indonesia.
"Terutama Jawa, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Kalimantan, Maluku dan sebagian Papua," kata Faisal dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Dengan adanya kondisi tersebut, BMKG memprakirakan jika cuaca kering akan masih terus terjadi. Sementara, musim hujan akan turun pada bulan Oktober mendatang.
"Sehingga ini relatif kering dan masih berpotensi berlanjut di wilayah-wilayah tersebut. Kalau dari prediksi BMKG, diperkirakan pada pertengahan Oktober musim hujan baru mulai datang," ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG telah menyampaikan prediksi El Nino sejak Maret 2026 sehingga kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat memiliki waktu yang cukup untuk menyiapkan berbagai langkah mitigasi.
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab menyediakan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika, BMKG juga terus memperkuat pendekatan From Early Warning to Early Action, yakni memastikan setiap informasi iklim menjadi dasar pengambilan keputusan di berbagai sektor.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui prediksi ENSO, prediksi musim, prakiraan hujan, analisis dampak sektoral, sistem peringatan dini kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan, layanan informasi iklim berbasis sektor, hingga dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
(Dhera Arizona)






Komentar (0)