DPR Usul Pembentukan Lembaga "Super Body" untuk Penanganan Bencana

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pascagempa yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), pemerintah kini tengah berpacu dengan waktu untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil. Medan berat dan akses jalan yang sempit tak menghalangi tim gabungan untuk menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.

Di tengah upaya pemulihan, muncul usulan strategis dari parlemen. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, mengusulkan pembentukan lembaga penanganan bencana bersifat "Super Body".

Menurutnya, penanganan bencana di Indonesia selama ini sering terhambat birokrasi karena bergantung pada penunjukan kementerian secara dadakan. Dengan adanya lembaga satu pintu yang memiliki kewenangan komando dan anggaran mandiri, respons darurat hingga pascabencana diharapkan bisa berjalan jauh lebih cepat dan terintegrasi.

“Kita membutuhkan efektivitas kerja yang selain efektif, cepat, terkomando dalam satu pintu begitu oleh sebuah kelembagaan. Kalau selama ini kan misalnya ditunjuk misalnya Kemendagri. Kita ingin suatu saat otomatis gitu, lembaga ini yang langsung otomatis memimpin. Memimpin penanganan baik dalam masa tanggap darurat maupun pasca tanggap darurat begitu. Termasuk lembaga ini memastikan ketersediaan anggaran,” ujar Syaiful dalam tayangan Top News Metro TV, Kamis, 20 Agustus 2026.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan telah berhasil menjangkau Dusun Coal di Manggarai Barat, wilayah yang sebelumnya sempat sulit ditembus. Berdasarkan data sementara, sebanyak 165 Kepala Keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan bangunan.
 

Baca Juga :

Pupuk Kaltim Salurkan Bantuan Rp100 Juta untuk Korban Gempa NTT



Deputi 2 Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari memastikan bantuan pangan dari Presiden mulai mengalir deras ke tangan masyarakat. Sementara itu, di Kabupaten Sikka, bantuan berupa 3.500 paket sembako, 500 tenda keluarga, dan alat medis telah didistribusikan di pusat pengungsian Lapangan Gelora Samador.

“Kita sudah mengirimkan bantuan dan menyerahkan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka sebanyak 150 tenda pengungsi, kemudian ada 500 tenda keluarga, dan ada 3.500 paket sembako. Ini paling tidak yang paling dibutuhkan untuk saat ini,” ujar Abdul.

Mengingat kondisi geografis NTT yang merupakan kepulauan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengerahkan pesawat fixed-wing dan helikopter untuk mempercepat mobilisasi bantuan. Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyarankan pengoptimalan jalur laut jika akses darat lumpuh.

"Kondisi pelabuhan khususnya kondisi sisi laut itu baik. Ada sekitar tujuh pelabuhan tapi yang rusak untuk sisi terminalnya ada dua aja. Kemudian untuk bandara relatif juga untuk runway-nya, kemudian taxi, apron itu kondisinya masih baik. Hanya memang ada beberapa bandara yang terminalnya sedikit retak-retak tapi itu tidak mengganggu operasional,” jelas Dudy.

Kini, fokus utama tetap pada penyelesaian distribusi di daerah-daerah sulit seperti Pulau Palue, yang dalam 1-2 hari ke depan akan mulai dimasuki alat berat untuk proses rekonstruksi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sejak Kapan Kita Mengerti Kata “Tertemper”?
• 8 jam lalu
0
thumb
Celetukan! Roy Suryo Persoalkan Ijazah Prono Jiwo hingga Singgung Anak Main Karet
• 15 jam lalu
0
thumb
Boyong Paskibraka hingga Penerjun ke Hambalang, Presiden Prabowo Puji Dedikasi Petugas HUT ke-81 RI
• 18 jam lalu
0
thumb
Tijjani Reijnders Resmi ke Al Qadsiah, Simak Biaya Transfernya
• 11 jam lalu
0
thumb
Emil Audero Dapat Kabar Buruk, Palermo Incar Kiper Lain usai Gagal Dapatkan Mattia Perin
• 21 jam lalu
0
Berhasil disimpan.