Pemkab Bekasi Salurkan 5,7 Juta Liter Air Bersih untuk 65 Ribu Warga Terdampak Kekeringan

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, telah menyalurkan 5.797.500 liter atau sekitar 5,7 juta liter air bersih kepada 65.659 warga yang terdampak kekeringan selama musim kemarau 2026.

Distribusi air bersih dilakukan sejak Selasa, 9 Juni 2026, sebagai langkah pemerintah daerah mencegah krisis air bersih di wilayah terdampak.

Hingga Kamis sore, bantuan telah diterima 65.659 jiwa dari 21.333 kepala keluarga yang tersebar di 35 desa pada 11 kecamatan dengan total 192 titik penyaluran.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Muchlis memastikan distribusi air akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan.

"Bantuan masih terus dilakukan sepanjang dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak kekeringan," ungkap Muchlis.

Ia juga mengatakan, "Total hingga sore ini sudah mencapai 5.797.500 liter air bersih yang disalurkan kepada 65.659 jiwa dari 21.333 kepala keluarga terdampak kekeringan."

Kekeringan Parah Melanda Wilayah Selatan Bekasi

Sebanyak 11 kecamatan yang terdampak dan mendapatkan bantuan meliputi Sukawangi, Babelan, Sukakarya, Pebayuran, Tambun Selatan, Cikarang Selatan, Cikarang Pusat, Serang Baru, Cibarusah, Bojongmangu, dan Setu.

Wilayah selatan Kabupaten Bekasi menjadi kawasan yang mengalami dampak kekeringan paling parah, terutama sejumlah desa di Kecamatan Cibarusah dan Bojongmangu.

Muchlis mengatakan, "Cibarusah Kota ada 14 titik, Ridomanah 13 titik, Ridogalih 11 titik, Cibarusah Jaya dan Sirnajati masing-masing tujuh titik. Di Bojongmangu, Medalkrisna ada 16 titik, Karangindah 17 titik, Karangmulya tiga titik, Sukamukti dua titik dan Desa Bojongmangu satu titik."

Kecamatan Serang Baru juga mengalami dampak cukup parah dengan 13 titik kekeringan di Desa Jayamulya, 11 titik di Nagasari, tujuh titik di Nagacipta, lima titik di Jayasampurna, serta tiga titik di Desa Cilangkara.

Penyaluran air bersih melibatkan Perumda Tirta Bhagasasi, PMI, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta (PJT), Kwarcab Pramuka, Jamket Kementerian Pekerjaan Umum, serta perusahaan dan kawasan industri melalui program CSR.

Kekeringan Berdampak pada 1.827 Hektare Lahan Pertanian

Dampak kekeringan di Kabupaten Bekasi tidak hanya dirasakan masyarakat yang membutuhkan air untuk keperluan sehari-hari, tetapi juga melanda areal pertanian produktif.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dody Supriyadi menyebut sebanyak 1.827 hektare lahan pertanian produktif terdampak kekeringan.

"Tercatat ada 1.827 hektare lahan pertanian produktif terdampak kekeringan. Lahan tersebut tersebar di 15 kecamatan dan 45 desa," kata Dody.

Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan pompanisasi melalui Dinas Pertanian bersama Perumda Tirta Bhagasasi untuk menangani kawasan pertanian yang mengalami kekurangan air.

Pemerintah daerah bersama sejumlah lembaga juga menyediakan tempat penampungan air atau toren di sejumlah titik terdampak serta memberikan bantuan set sumur bor untuk menyediakan sumber air bagi masyarakat.

Penanganan kekeringan turut melibatkan perangkat daerah, TNI-Polri, Perumda Tirta Bhagasasi, PMI, serta dunia usaha yang tergabung dalam klaster logistik.

Normalisasi Sungai Terus Dioptimalkan

Selain distribusi air bersih dan penanganan sektor pertanian, Pemerintah Kabupaten Bekasi terus menjalankan normalisasi sungai untuk mendukung penanganan dampak kekeringan.

Pemerintah daerah juga melakukan pembersihan dan pengangkutan sampah serta penertiban bangunan liar di aliran sungai.

Koordinasi dengan aparatur setempat terus dilakukan untuk mempermudah sekaligus mempercepat penanganan di wilayah terdampak.

"Pemerintah Kabupaten Bekasi juga terus mengoptimalkan kegiatan normalisasi sungai, pembersihan dan pengangkutan sampah, penertiban bangunan liar di aliran sungai serta koordinasi dengan aparatur setempat untuk memudahkan penanganan," ujar Dody.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Roy Suryo Harap Hakim Berani Buat Putusan seperti Praperadilan Pertama
• 10 jam lalu
0
thumb
Apresiasi Pameran Foto 'Prahara Pulau Emas', Wali Kota Medan: Foto Jurnalistik Menggugah Empati dan Menciptakan Harapan
• 9 jam lalu
0
thumb
Kubu Febrie Adriansyah Klaim Temukan 30 Indikasi Pelanggaran Hukum
• 3 jam lalu
0
thumb
Persijap Datangkan Gelandang Serang asal Spanyol, Amunisi Impor Laskar Kalinyamat Kian Lengkap
• 3 jam lalu
0
thumb
Membangun Kapabilitas Industri di Tengah Transisi Hijau
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.