Kali di Bekasi Ini Dipenuhi Busa, Warga Sebut Sering Terjadi Saat Kemarau

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Permukaan Kali Bekasi yang ada di dekat Bendung Bekasi, Jalan M. Hasibuan, Kecamatan Bekasi Timur, Jawa Barat tampak dipenuhi oleh busa yang menggumpal. Kondisi tersebut terlihat di beberapa bagian aliran kali dan membuat sebagian permukaan air tertutup oleh busa.

Pantauan di lokasi, busa tampak menggumpal saat debit air mengalir deras dari pintu air di dan terbawa mengikuti arus kali. Gumpalan busa tersebut kemudian tersebar menutupi beberapa bagian sampai ke pinggir area kali. Selain gumpalan busa, warna air pada kali tersebut juga tampak menghitam.

Seorang buruh harian, Iin (50), mengatakan kondisi Kali Bekasi yang berbusa bukan pertama kali terjadi. Menurutnya, fenomena tersebut kerap muncul ketika memasuki musim kemarau panjang dan kemudian terdapat tambahan aliran air dari hulu.

"Ya setiap musim kemarau panjang, lalu ada air datang bertambah, dia akan mengeluarkan busa begini," kata Iin saat diwawancarai di sekitar Kali Bekasi, Kamis (20/8).

Iin mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab maupun asal busa yang muncul di permukaan Kali Bekasi. Dia hanya menyebut mencium bau yang menurutnya menyerupai limbah pabrik.

"Kurang tahu saya. Kayaknya sih limbah pabrik baunya mah. Cuma enggak tahu asal-usul dari mana," ujarnya.

Meski demikian, menurut pengetahuannya busa tersebut tidak mengandung zat berbahaya. Dia menduga busa muncul akibat endapan air dari hulu yang terbentuk setelah kemarau panjang dan kemudian terbawa saat debit air bertambah.

"Jadi ini cuma murni air yang dari atas dari hulu jatuh karena endapan lama apa kemarau agak panjang jadi mengendap," kata Iin.

Lebih lanjut, kondisi kali yang berbusa cukup mengganggu warga meski berada cukup jauh dari permukiman. Iin mengatakan kondisi tersebut berpotensi membahayakan, meski warga tidak selalu mengetahui kondisi air di kali secara langsung.

"Kalau warga ya terganggu sih, tapi kan jauh dari warga," ungkapnya.

"Ya kalau masalah berbahaya mah ya pasti berbahaya sih. Tapi kan orang mana tahu kalau sekilas setiap ininya mah enggak selalu banyak orang di kali," lanjutnya.

Iin juga mengatakan tidak ada warga yang menggunakan air di lokasi tersebut untuk mandi maupun mencuci. Aktivitas warga di sekitar kali lebih banyak dilakukan untuk mencari ikan.

"Di sini enggak ada. Paling cuma yang ada kalau nyari ikan ada," tuturnya.

Namun, kemunculan busa disebut berdampak terhadap ikan di aliran Kali Bekasi. Iin mengatakan ikan dapat mati ketika di kondisi tersebut.

"Ya mati. Kalau ikan mah pasti matilah ikan-ikan putih mah," ucapnya.

Kondisi tersebut juga membuat warga tidak lagi memancing di sekitar kali. Menurut Iin, aktivitas memancing biasanya dilakukan setiap hari ketika kondisi air masih baik, tetapi berhenti ketika air mulai berbusa.

"Enggak ada yang mancing. Kalau air bagus mah tiap hari ada yang mancing. Kalau air gini sudah enggak ada yang mancing," tutup Iin.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bareskrim Gagalkan Peredaran 381 Cartridge Vape Etomidate ke Kampung Ambon
• 9 jam lalu
0
thumb
Boyong Paskibraka hingga Penerjun ke Hambalang, Presiden Prabowo Puji Dedikasi Petugas HUT ke-81 RI
• 13 jam lalu
0
thumb
Momen Purbaya Sampai Borong Produk UMKM Saat Keliling KKI 2026
• 5 jam lalu
0
thumb
Karhutla Riau Belum Padam, 14 Hektare Lahan di Rimbo Panjang dan Pagaruyung Hangus Terbakar
• 17 jam lalu
0
thumb
Apresiasi Pameran Foto 'Prahara Pulau Emas', Wali Kota Medan: Foto Jurnalistik Menggugah Empati dan Menciptakan Harapan
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.