Buruh di Jakut Mogok Kerja Sebulan, "Kami Cuma Ingin Dipekerjakan Kembali"

kompas.com
10 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Buruh PT SMT yang melakukan mogok kerja dengan membangun tenda di Kampung Bandan, Pademangan, Jakarta Utara, mengatakan tuntutan utama mereka adalah kembali bekerja di perusahaan.

Cipta Saputra, salah satu buruh yang mengikuti aksi mengatakan, dirinya dan rekan-rekannya sama sekali tidak menutup ruang diskusi untuk menyelesaikan persoalan ketenagakerjaan yang terjadi.

"Saya mau pekerjakan kembali, simple kok. Yang tuntutan yang lain tuh sambil berjalan," ujar Cipta saat ditemui Kompas.com, Kamis (20/8/2026).

Baca juga: “Kami Masih Perjuangkan Hak”, Kala Buruh di Jakut Mogok Kerja Sebulan hingga Bangun Tenda

Para buruh telah menempuh berbagai upaya untuk bertemu dengan pihak perusahaan. Mediasi dilakukan mulai dari tingkat wilayah hingga wali kota.

Namun, pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan.

"Mediasi itu sudah kita lakukan dari tingkat RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, bahkan sampai Dewan Kota. Semua dipandang sebelah mata oleh pihak perusahaan," ujar Cipta.

Ia menjelaskan, para buruh masih ingin mempertahankan hubungan kerja dengan perusahaan.

"Kalau saya pribadi, saya masih cinta untuk bekerja di PT SMT ini. Kita masih mau menjaga hubungan baik dengan SMT," kata dia.

"Kita hanya ingin dipekerjakan kembali. Pekerjakan kembali aja. Untuk yang lain sambil berjalan," lanjut Cipta.

Di sisi lain, Daffa, perwakilan DPP Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) mengungkapkan, serikat buruh tetap menginginkan persoalan tersebut diselesaikan melalui hubungan kerja yang baik.

Baca juga: Duduk Perkara Buruh di Kampung Bandan Jakut Mogok Kerja Sebulan hingga Bangun Tenda

"Kalau kita memandang, harapan kita ya membangun hubungan kerja yang harmonis di mana setiap pihak memenuhi hak dan kewajiban," jelas dia kepada Kompas.com, Kamis.

Menurut dia, pihak serikat buruh juga menyatakan kesediaannya untuk ikut bertanggung jawab apabila terdapat anggotanya yang bermasalah dalan pekerjaan.

"Kami serikat siap bertanggung jawab terhadap anggota kami dalam melakukan pekerjaannya. Kalau ada kesalahan, kita yang akan menegur atau menindak secara langsung," tegas dia.

Daffa menegaskan para buruh menginginkan penyelesaian yang adil bagi kedua pihak.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Kalau perusahaan tetap egois, ini gak akan selesai-selesai," tegas dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PPPK Paruh Waktu, Jenis Kepegawaian yang Enggak Jelas Konsepnya
• 22 jam lalu
0
thumb
Ketika Jaksa Tidak Lagi Bisa Mengusik Vonis Bebas
• 16 menit lalu
0
thumb
Imbas Gempa NTT, 923 Sekolah Gelar Pembelajaran dari Rumah
• 13 jam lalu
0
thumb
Emiten Milik Haji Isam Bantah Akuisisi 62,25 Saham BYAN
• 18 jam lalu
0
thumb
Apresiasi Pameran Foto 'Prahara Pulau Emas', Wali Kota Medan: Foto Jurnalistik Menggugah Empati dan Menciptakan Harapan
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.