Mahasiswa Gentaskin Bertahan di Lokasi KKN Demi Bantu Korban Gempa di Desa Sisir

jpnn.com
10 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, MANGGARAI TIMUR - Puluhan mahasiswa KKN Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan (Gentaskin) dari berbagai daerah dan kampus memilih bertahan di Manggarai Timur, Flores meski gempa baru-baru ini mengguncang pulau di Nusa Tenggara Timur tersebut. 

Para mahasiswa tersebut berasal dari STPM ENDE, Uniflor Ende, STKIP Citra Bakti Ngada , Stiper Flores Bajawa, Unika St. Paulus Ruteng, Muhammadiyah Bima, Unipa Maumere, IFTK Ledalero, INF Nagegekeo. 

BACA JUGA: Tolong, Warga Korban Gempa di Desa Sisir, Manggarai Timur Flores Belum Dapat Bantuan

Mahasiswa-mahasiswa tersebut sedang menjalankan KKN di Desa Sisir, Kecamatan Elar, Manggarai Timur saat gempa magnitudo 7,7 Sr mengguncang Flores.

Para mahasiswa bertahan tak pulang ke kampung halaman masing-masing dan membantu warga setempat yang menjadi korban gempa. 

BACA JUGA: Ambil Dahulu, Bayar Kemudian: Kegagalan Mitigasi Gempa Flores

Aldo Meze salah satu dari mahasiswa KKN tersebut mengatakan warga Desa Sisir korban gempa belum mendapat bantuan dari pemerintah. Oleh karena itu, para mahasiswa berinisiatif untuk menggalang bantuan bagi warga di desa dengan 865 KK tersebut. 

"Sampai dengan saat ini, sekali lagi kami di desa ini belum ada bantuan dari Pemda Manggarai Timur. Belum ada bantuan dari Pemda Manggarai Timur, belum tersentuh di desa ini.Kami harap lewat suara-suara kami ini, pemerintah bisa secepatnya membantu masyarakat di Desa Sisir. Desa Sisir ini juga mengalami kerusakan yang cukup parah dari gempa pada tanggal 15 kemarin," ujar Aldo pada JPNN.

BACA JUGA: Imbau Korban Gempa Kasbon Kebutuhan Dasar di Toko, Gubernur NTT Panen Kritikan

Menurut Aldo, bantuan untuk warga korban gempa di Desa Sisir baru datang dari Flores, media lokal yang membuka donasi dari publik untuk warga. Selain itu, bantuan juga datang dari Hand International, lembaga internasional.

Mahasiswa KKN Gentaskin bagikan bantuan untuk warga korban gempa di Desa Sisir. Foto: source for JPNN

Sementara, pemda belum memberikan bantuan untuk warga desa yang berjarak 5 jam dari ibu kota Kabupaten Manggarai Timur tersebut.

"Ada bantuan dari Floresa berupa sembako, makanan untuk masyarakat. Ada juga dari HAND International yang bekerja sama dan berkomunikasi dengan kami, untuk penyaluran telur untuk masyarakat. Dari teman-teman KKN mengumpulkan uang untuk membeli susu dan juga telur tambahan untuk membantu ibu-ibu dan anak-anak, anak-anak balita, bayi, anak-anak umur satu sampai lima tahun di desa ini," tambahnya.

Aldo menjelaskan di antara warga pengungsi di Desa Sisir paling banyak anak-anak, bayi, lansia dan ibu hamil. Ibu hamil berjumlah 10 orang. Semua kalangan rentan tersebut saat ini bertahan tidur di tenda darurat yang mereka bangun bersama para mahasiswa KKN.

“Ini lebih banyaknya itu anak yang umur enam bulan sampai dengan umur dua tahun. Itu yang mungkin sangat butuh perhatian dan juga ibu hamil. Untuk bantuan itu kami mohon sekali, kalaupun ada, mungkin bisa disalurkan di Desa Sisir,” tuturnya. (flo/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pengelolaan Guru di Daerah: Rawan Politisasi dan Masalah Distribusi
• 6 jam lalu
0
thumb
Temuan Korsel Bikin Klaim Trump soal Nuklir Korut Meleset
• 7 jam lalu
0
thumb
Update 2 Insiden Tertemper yang Bikin KRL Commuter Line Cawang dan Rawabuaya Terganggu: Proses Evakuasi telah Selesai
• 20 jam lalu
0
thumb
Warga Desil 10 Bersiap! Purbaya Ungkap Rencana Batasi Pembelian Pertalite
• 15 jam lalu
0
thumb
Career Day 2026 Buka Akses Kerja bagi Talenta Muda secara Inklusif
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.