Liputan6.com, Jakarta - Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung mengungkapkan sempat mengirim pesan kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebelum dirinya ditangkap penyidik kejaksaan. Pesan tersebut dikirim pada 1 Juni 2026, dua hari sebelum penangkapan.
Hal itu disampaikan Lodewyk saat mengikuti sidang praperadilan secara daring di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Dalam persidangan, ia menceritakan rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum dirinya ditangkap.
Advertisement
"Jadi, saya awalnya itu semua ya, bahwa saya me-WA Bapak Sjafrie Sjamsoeddin, Menhan Republik Indonesia," kata Lodewyk.
"Saya sampaikan ke beliau. Ini WA saya sudah agak terlambat nih karena saya berusaha menghadap beliau karena beliau sibuk. Akhirnya saya me-WA tanggal 1 Juni. Saya WA beliau, 'Bapak saya difitnah.'," tambahnya.
Lodewyk menjelaskan, dirinya menghubungi Sjafrie karena posisi sebagai Wakil Kepala BGN tidak lepas dari peran Menteri Pertahanan tersebut. Menurut Lodewyk, Sjafrie merupakan pihak yang menghubunginya ketika ia ditunjuk untuk menduduki posisi tersebut.
"Kenapa saya WA beliau? Karena saya berada di situ melalui beliau. Beliau yang memerintahkan saya menjabarkan perintah Pak Presiden saya," kata Lodewyk.
Dalam pesannya, Lodewyk mengadukan sejumlah tudingan yang menurutnya merupakan fitnah. Salah satunya terkait tudingan bahwa dirinya meminta mobil BMW tipe baru. Ia juga disebut-sebut menjadi perantara seluruh proyek tender di BGN.
"Saya pun, saya tahu keras. Saya difitnah lagi bahwa semua proyek tender itu lewat Pak Pusung. Ini fitnah," jelas dia.
Lodewyk juga menceritakan adanya seorang perempuan yang menghubunginya melalui telepon. Perempuan tersebut mengaku telah membayar Rp 980 juta untuk mendapatkan tiga titik dapur.
“Ibu Widhie ini mendapatkan tiga titik. Dan dia membayar uang menurut pengakuannya pada bulan April 2026 kemarin, beliau sampaikan saya, ‘Saya bayar Rp 980 juta dan terus beliau katanya Rp 300 juta untuk Pak Pusung’,” ungkap Lodewyk.
Lodewyk mengaku mempertanyakan pemberian uang tersebut. Menurut perempuan itu, aliran dana tersebut berasal dari seorang broker bernama Catur yang hingga kini tidak diketahui keberadaannya.





Komentar (0)