Citibank Indonesia melaporkan kinerja keuangan yang solid sepanjang semester pertama tahun 2026. CEO Citi Indonesia, Batara Sianturi, mengungkapkan bahwa perusahaan sukses membukukan laba bersih sebesar Rp 994 miliar.
“Jadi untuk paruh pertama tahun 2026, Citi Indonesia mempunyai laba bersih sebesar Rp 994 miliar. Profitabilitasnya mengalami moderasi sedikit diakibatkan oleh kualitas pasar yang berdampak pada keuntungan penjualan aset keuangan lain,” ujar Batara dalam konferensi pers Pemaparan Ekonomi dan Kinerja Keuangan Citi Indonesia di Four Seasons Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (20/8).
Di sisi lain, fungsi intermediasi perbankan mencatatkan tren pertumbuhan yang positif sepanjang semester I 2026. Penyaluran kredit Citi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 8,05 persen hingga mencapai posisi Rp 29,9 triliun.
Untuk dana pihak ketiga pertumbuhannya cukup baik sebesar 23,29 persen secara tahunan menjadi Rp 72,6 triliun. Didukung oleh pertumbuhan giro yang meningkat sekitar 36,5 persen menjadi Rp 60,4 triliun. Hal itu juga mendongkrak rasio dana murah dari Citi.
Batara menambahkan bahwa perseroan terus menjaga efisiensi operasional secara ketat. Hal tersebut tercermin dari rasio biaya terhadap pendapatan atau Cost to Income Ratio yang berada di level sehat 51,17 persen.
Komitmen manajemen risiko yang berhati-hati juga berhasil mempertahankan kualitas aset tetap prima, dengan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan yang terjaga rendah di angka 0,19 persen.
Lebih lanjut, struktur permodalan bank tetap sangat kokoh dengan Rasio Kecukupan Modal atau Capital Adequacy Ratio mencapai 31,43 persen, jauh berada di atas ketentuan ambang batas minimum yang ditetapkan oleh regulator.
“Posisi likuiditas di Indonesia juga terjaga sangat baik dengan Liquidity Coverage Ratio sebesar 276,26 persen,” lanjut Batara.
Capaian kinerja yang positif pada paruh pertama tahun 2026 ini dinilai sebagai cerminan ketangguhan serta daya saing model bisnis institusional Citi Indonesia. Pertumbuhan pendanaan dan ekspansi kredit yang terjaga, diiringi rasio kredit bermasalah yang minimal, menunjukkan tingkat kepercayaan nasabah korporasi yang tinggi terhadap layanan perbankan perseroan.
“Kami akan terus berkomitmen penuh untuk mendukung pertumbuhan nasabah melalui ketiga lini bisnis inti kami yang saling terhubung yaitu Banking, Markets, dan Services, sekaligus menghadapi dinamika perekonomian dengan keyakinan dan kehati-hatian,” jelas Batara.






Komentar (0)